Media Kampung – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali mencetak rekor pelemahan dengan menembus level psikologis Rp18 ribu per dolar AS pada Kamis (4/6/2026). Pelemahan ini menjadi yang terlemah sepanjang sejarah dan memicu reaksi dari berbagai kalangan, termasuk para artis tanah air. Sejumlah figur publik seperti Jerome Polin, Bintang Emon, hingga Maia Estianty turut bersuara melalui media sosial, mengomentari situasi ekonomi yang kian terpuruk.

Pelemahan rupiah ini berlangsung sejak konflik Iran melawan Amerika Serikat dan Israel pecah pada akhir Februari. Chief Economist Bank Permata Josua Pardede menjelaskan bahwa dampaknya tidak seragam bagi seluruh pelaku usaha. Eksportir yang bahan bakunya dominan lokal dan permintaan globalnya kuat bisa diuntungkan, namun banyak eksportir Indonesia masih bergantung pada bahan baku, energi, mesin, dan suku cadang impor yang dibayar dalam dolar AS, sehingga keuntungan tidak otomatis besar.

Sebaliknya, importir dan industri yang menjual ke pasar domestik paling cepat tertekan karena biaya impor naik, sementara daya beli masyarakat terbatas. Dampak awal lebih terasa pada margin usaha, arus kas, dan rencana produksi. Para artis yang menyuarakan keresahan ini menunjukkan keprihatinan terhadap kondisi ekonomi yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.