Media Kampung – Kementerian Perindustrian menegaskan bahwa sektor manufaktur Indonesia tidak mengalami deindustrialisasi dini, dengan mengacu pada data terbaru Badan Pusat Statistik.
Juru bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, menuturkan, “Berulang kali kami membantah bahwa tidak terjadi deindustrialisasi dini apalagi deindustrialisasi pada sektor manufaktur Indonesia. Dasarnya adalah data BPS yang menunjukkan bahwa ada tren peningkatan pada kontribusi PDB industri pengolahan terhadap PDB nasional,” sambil menekankan pentingnya fakta statistik.
Peningkatan persentase ini menandakan bahwa sektor pengolahan tetap tumbuh, bertentangan dengan narasi deindustrialisasi yang beredar di beberapa kalangan.
Febri menambahkan bahwa kesalahan persepsi muncul dari interpretasi data time series PDB industri pengolahan antara tahun 2005 hingga 2025.
Ia menjelaskan bahwa perubahan definisi dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) pada tahun 2000 mencakup tiga subsektor—Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang; Informasi dan Komunikasi; serta Jasa Lainnya—ke dalam sektor pengolahan.
Pada tahun 2010, ketiga subsektor tersebut dipisahkan menjadi sektor tersendiri dalam KBLI, sehingga perhitungan PDB industri pengolahan tidak lagi memasukkan nilai mereka.
Akibat pemisahan ini, angka PDB industri pengolahan tampak menurun meski aktivitas ekonomi sebenarnya tidak berkurang, melainkan hanya tercermin dalam kategori yang berbeda.
Kemenperin menegaskan bahwa data revisi ini tidak mengindikasikan kontraksi nyata, melainkan penyesuaian metodologis dalam pengukuran statistik.
Secara historis, sektor manufaktur telah menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi nasional, dan tren peningkatan kontribusi PDB memperkuat peran strategisnya.
Pemerintah terus memperkuat kebijakan industri, termasuk program peningkatan daya saing dan inovasi, untuk memastikan kelangsungan pertumbuhan sektor manufaktur.
Febri menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa kementerian akan terus memantau data BPS dan menolak segala klaim deindustrialisasi yang tidak berdasar pada bukti statistik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan