Media Kampung – Ketua Umum Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren), Marsudi Syuhud, menyatakan pesantren memiliki peluang besar untuk melahirkan tokoh ekonomi nasional melalui penguatan koperasi pesantren. Pernyataan ini disampaikan dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Inkopontren yang digelar di Smesco Indonesia, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026.

Marsudi menyoroti jumlah pesantren yang mencapai sekitar 40.000 di Indonesia sebagai kekuatan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Ia menilai para santri memiliki potensi untuk berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri dan menjadi penggerak ekonomi di komunitas masing-masing.

“Para santri, ustad, dan kyai harus mengubah mentalitasnya agar tidak hanya menjadi penerima zakat atau mengandalkan sedekah,” ujar Marsudi. Ia menambahkan bahwa koperasi pesantren perlu menjalankan program yang nyata dan berkelanjutan agar dampak ekonominya terasa secara luas.

Marsudi juga mengajak pengurus Inkopontren untuk fokus pada penciptaan program-program besar yang memberikan manfaat jangka panjang. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program lebih penting daripada jumlah program yang banyak. “Buatlah program yang monumental dan dapat direalisasikan, bukan sekadar banyak program yang tidak berdampak,” kata Marsudi.

Optimisme Marsudi didasari pada keyakinan bahwa penguatan koperasi dan ekonomi syariah di pesantren dapat menghasilkan pengusaha-pengusaha besar dan tokoh ekonomi nasional. Ia menekankan perlunya konsistensi dan pengukuran dalam pelaksanaan program kerja oleh seluruh pengurus Inkopontren untuk mencapai hasil maksimal.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.