Media Kampung – Menjelang bulan Zulhijah, banyak umat Islam yang ingin mengetahui tata cara serta niat puasa qadha Ramadan yang dapat digabungkan dengan puasa sunnah Zulhijah. Ibadah puasa sunnah di bulan Zulhijah memang memiliki keutamaan luar biasa, termasuk puasa Tarwiyah dan Arafah, yang dilaksanakan pada hari-hari sebelum Idul Adha. Sementara itu, puasa qadha Ramadan adalah kewajiban mengganti puasa yang tertinggal selama bulan Ramadan.
Puasa sunnah Zulhijah dilakukan pada sembilan hari pertama bulan Zulhijah. Meski dianjurkan untuk melaksanakan secara berturut-turut, pelaksanaan puasa ini tidak wajib dilakukan penuh selama sembilan hari. Umat Islam diperbolehkan menjalankan puasa pada hari-hari tertentu sesuai kemampuan, salah satunya adalah puasa Arafah tanggal 9 Zulhijah yang memiliki keutamaan sangat besar, yakni menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Dalam pelaksanaan puasa qadha Ramadan, umat Islam yang memiliki utang puasa dari bulan Ramadan sebelumnya dapat menggantinya kapan saja, termasuk pada bulan Zulhijah. Hal ini menjadi kemudahan sekaligus kesempatan untuk mendapatkan pahala tambahan dengan menggabungkan niat puasa qadha dengan puasa sunnah Zulhijah. Niat puasa sunnah Zulhijah dapat diucapkan dengan kalimat Arab, “Nawaitu shauma-sy-syahri dzilhijjati sunnatan lillahi ta’ala” yang berarti “Saya niat puasa sunnah bulan Zulhijah karena Allah Ta’ala.”
Adapun puasa qadha Ramadan bertujuan untuk menunaikan kewajiban yang tertunda, baik karena uzur seperti sakit atau safar, maupun karena sengaja meninggalkannya tanpa alasan syar’i. Pelaksanaan puasa qadha diatur berdasarkan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 yang menegaskan pentingnya mengqadha puasa bagi yang tertinggal.
Namun, perlu diperhatikan bahwa pada tanggal 10 Zulhijah, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, umat Islam dilarang melanjutkan puasa setelah shalat Idul Adha. Berpuasa pada hari raya ini hukumnya haram.
Keutamaan puasa sunnah di awal bulan Zulhijah juga sangat dijunjung tinggi. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada amalan yang lebih dicintai Allah selain ibadah yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah, bahkan melebihi pahala jihad kecuali bagi yang gugur sebagai syahid. Puasa pada hari-hari ini memiliki nilai pahala yang berlipat ganda, sehingga menjadi momentum yang tepat untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, bagi umat Islam yang memiliki utang puasa Ramadan dan ingin tetap mendapatkan keberkahan puasa sunnah Zulhijah, menggabungkan niat puasa qadha dengan puasa sunnah menjadi alternatif yang sah dan dianjurkan. Kunci keberhasilan ibadah ini terletak pada niat yang tulus dan pelaksanaan yang konsisten sesuai dengan kemampuan masing-masing individu.
Dengan memahami tata cara dan niat yang benar, pelaksanaan puasa qadha dan sunnah Zulhijah dapat berjalan dengan lancar dan membawa manfaat spiritual yang besar menjelang Hari Raya Idul Adha. Semoga ibadah ini menjadi kesempatan memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan