Media Kampung – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menyiapkan paket makanan siap santap bagi para jemaah haji selama fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Langkah ini bertujuan agar stamina para jemaah tetap terjaga meskipun mengalami mobilitas tinggi pada masa tersebut.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj, Jaenal Effendi, mengungkapkan bahwa total kebutuhan makanan siap santap mencapai lebih dari tiga juta paket. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.849.680 paket diperuntukkan khusus selama periode Armuzna yang berlangsung pada 8 hingga 12 Dzulhijjah. Paket-paket ini sudah didistribusikan melalui kerja sama dua syarikah, yakni PT Halalanto Iba dan Family Food.
Selain itu, terdapat 1.232.520 paket makanan lain yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan di tanggal 7, 8, dan 13 Dzulhijjah. Penyediaan ini melibatkan industri dalam negeri sebagai bentuk antisipasi terhadap fluktuasi harga bahan baku yang dipengaruhi oleh situasi geopolitik global saat ini. Jaenal menambahkan bahwa sebagian besar makanan sudah tersedia di dapur dan akan segera didistribusikan ke hotel-hotel tempat jemaah menginap.
Menu makanan yang disajikan mengusung cita rasa khas Indonesia, seperti rendang daging, semur ayam, dan nasi uduk. Keistimewaan paket makanan ini adalah dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu dipanaskan terlebih dahulu, sehingga memudahkan jemaah dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tanpa mengganggu waktu ibadah.
Jaenal berharap penyediaan makanan siap santap ini dapat memberikan kenyamanan serta mendukung kelancaran ibadah jemaah selama masa puncak haji. Dengan terpenuhinya kebutuhan konsumsi secara praktis, para jemaah diharapkan mampu fokus menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih optimal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan