Media Kampung – Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) menegaskan bahwa program tambang rakyat tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan ekonomi semata, tetapi harus memperhatikan dampak lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Bidang Lingkungan Hidup MN KAHMI sekaligus anggota Komisi III DPR RI, Nasyirul Falah Amru, dalam Dialog Nasional bertajuk “Tambang Rakyat dan Permasalahan Lingkungan Hidup” yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026.
Nasyirul menyoroti perlunya keseimbangan antara kepentingan ekonomi masyarakat yang bergantung pada tambang rakyat dengan upaya pelestarian lingkungan hidup. Ia menyampaikan bahwa dialog tersebut menjadi momen penting untuk mencari solusi yang adil dan berkelanjutan, mengingat aktivitas tambang rakyat lahir dari kebutuhan ekonomi namun harus dikelola agar tidak menimbulkan masalah lingkungan di masa depan.
Lebih lanjut, Nasyirul menjelaskan bahwa permasalahan tambang rakyat memerlukan pendekatan menyeluruh. Hal ini meliputi penguatan regulasi, edukasi kepada masyarakat pelaku tambang, serta peningkatan pengawasan oleh pemerintah terhadap aktivitas tersebut. Ia menilai pengawasan yang ketat sangat diperlukan agar kegiatan pertambangan tidak merusak lingkungan dan sumber kehidupan masyarakat di sekitarnya.
MN KAHMI juga mendorong agar tata kelola tambang rakyat dapat berjalan secara berkelanjutan. Pendekatan ini dianggap penting supaya aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa mengorbankan aspek kelestarian lingkungan. Selain itu, Koordinator Presidium MN KAHMI, Abdullah Puteh, menegaskan bahwa isu lingkungan merupakan tantangan serius yang memerlukan keterlibatan berbagai pihak.
Abdullah menyatakan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi di banyak daerah tidak boleh diabaikan. Oleh sebab itu, forum dialog seperti ini sangat penting untuk menyatukan pandangan dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat demi menghasilkan solusi konkret. Ia juga menekankan bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan harus berjalan bersamaan demi kepentingan generasi mendatang.
Dialog nasional ini menghadirkan berbagai narasumber, antara lain Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia Supriatna, pelaku usaha tambang Habe Hanafi, dan Direktur Utama PT Mitra Tata Lingkungan Baru Victor Uly Silitonga. Mereka membahas berbagai aspek mulai dari legalitas tambang rakyat, dampak kerusakan lingkungan, pengelolaan limbah tambang, hingga peluang penerapan teknologi ramah lingkungan dalam pertambangan rakyat.
Ketua Panitia acara, Arfian, menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Ia berharap dialog nasional tersebut mampu menghasilkan rekomendasi nyata yang dapat memperbaiki tata kelola tambang rakyat dan meningkatkan perlindungan lingkungan hidup di Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan