Media Kampung – 09 April 2026 | Pertamina Geothermal Energy (PGE) mengumumkan pencapaian PROPER Emas ke-15 untuk proyek Kamojang dan ke-4 untuk proyek Ulubelu.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai bukti komitmen perusahaan dalam mengurangi emisi karbon.

PGE menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menurunkan intensitas emisi pada seluruh aset energi terbarukan.

Inisiatif efisiensi energi yang diterapkan mencakup optimasi proses produksi uap panas bumi serta peningkatan sistem kontrol otomatis.

Teknologi baru yang dipasang pada kilang uap Kamojang berhasil menurunkan konsumsi listrik sebesar 12 persen dibandingkan tahun lalu.

Di Ulubelu, penerapan sistem pendinginan berbasis air daur ulang mengurangi kebutuhan bahan pendingin kimia hingga 18 persen.

Manajer Operasi PGE, Budi Santoso, menyatakan bahwa inovasi tersebut tidak hanya menurunkan biaya operasional, tetapi juga menurunkan jejak karbon.

“Kami berupaya memaksimalkan potensi geothermal sambil menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya dalam konferensi pers.

Keberhasilan ini memperkuat posisi PGE sebagai pemain utama dalam sektor energi bersih di Indonesia.

PROPER Emas menilai perusahaan berdasarkan enam indikator, termasuk pengelolaan limbah, efisiensi energi, dan pelaporan transparan.

PGE memperoleh nilai tertinggi pada indikator efisiensi energi berkat program audit internal yang rutin.

Audit tersebut melibatkan tim eksternal untuk memastikan kepatuhan standar internasional.

Selain itu, perusahaan meningkatkan kapasitas penyimpanan energi dengan menambah baterai lithium‑ion di lokasi Kamojang.

Peningkatan ini memungkinkan penyaluran listrik yang lebih stabil ke jaringan nasional.

PGE menargetkan peningkatan pangsa pasar menjadi 5 persen pada akhir 2025 melalui ekspansi proyek baru.

Proyek ekspansi tersebut mencakup penambahan sumur pengeboran di daerah Dieng dan Wayang Windu.

Rencana tersebut selaras dengan kebijakan pemerintah yang menargetkan 23 persen energi terbarukan pada 2025.

Penghargaan PROPER Emas juga memberikan insentif fiskal bagi perusahaan yang berhasil memenuhi kriteria lingkungan.

PGE berencana menginvestasikan tambahan Rp1,2 triliun untuk program pengurangan emisi selama tiga tahun ke depan.

Investasi tersebut akan difokuskan pada peningkatan efisiensi turbin dan penggunaan bahan bakar nabati pada unit pembangkit.

Selain aspek teknis, PGE juga memperkuat pelatihan karyawan dalam praktik ramah lingkungan.

Program pelatihan tersebut mencakup modul tentang manajemen limbah dan penggunaan energi secara optimal.

Hasilnya, tingkat kesadaran lingkungan di antara pekerja meningkat sebesar 30 persen dalam survei internal.

Kepala Divisi Lingkungan PGE, Rina Wulandari, menegaskan pentingnya peran sumber daya manusia dalam mencapai target emisi.

“Kesuksesan kami tidak lepas dari komitmen seluruh tim, mulai dari manajemen hingga operasional lapangan,” ujarnya.

Penghargaan PROPER Emas ini diharapkan menjadi contoh bagi perusahaan energi lain dalam mengimplementasikan praktek berkelanjutan.

Secara keseluruhan, pencapaian PGE menandai langkah signifikan dalam upaya Indonesia menurunkan emisi nasional sekaligus mendukung transisi energi bersih.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.