Media KampungInovasi menarik datang dari siswa SMK Gajah Mada di Banyuwangi yang menciptakan kompor berbahan bakar oli bekas dan minyak goreng jelantah. Kompor ini tidak hanya ekonomis tetapi juga ramah lingkungan, mampu menyala hingga 4 jam hanya dengan 1 liter bahan bakar.

Ide pembuatan kompor ini muncul dari Guru Pembimbing Jurusan Otomotif, Rusianto, yang melihat banyaknya limbah oli dari bengkel dan minyak jelantah di rumah tangga yang terbuang sia-sia. “Limbah cair ini sebenarnya masih bisa dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif,” ungkap Rusianto pada Senin, 11 Mei 2026. Dengan pemanfaatan ini, diharapkan dapat mengurangi dampak negatif pencemaran lingkungan.

Selain aspek lingkungan, inovasi ini juga bertujuan menjawab tingginya ketergantungan masyarakat terhadap gas LPG. “Kami berharap kompor berbahan bakar limbah ini dapat menjadi solusi energi alternatif untuk rumah tangga dan pelaku UMKM kuliner,” tambah Rusianto.

Kompor rakitan ini menggunakan material sederhana seperti pipa besi, blower untuk mengatur aliran bahan bakar, serta kaleng sebagai ruang pemanas. Cara penggunaannya pun mudah. Sebelum memasak, kompor ini dipanaskan secara manual selama lima menit. Setelah itu, bahan bakar dialirkan melalui keran dan blower dinyalakan untuk mengatur api.

Rusianto juga menyebutkan bahwa mereka menerima pesanan untuk kebutuhan rumah tangga dan UMKM dengan harga yang terjangkau. Inovasi ini mendapat perhatian dari Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat kunjungan Bupati Ngantor di Desa Patoman pada 7 Mei 2026. Ipuk mengapresiasi kreativitas siswa dan guru SMK Gajah Mada yang telah menciptakan solusi energi alternatif dari limbah rumah tangga.

“Ini adalah ide yang kreatif agar masyarakat tidak bergantung pada LPG, dan bahan bakar ini mudah didapatkan dari limbah yang dihasilkan sehari-hari di rumah,” kata Ipuk. Ia pun berharap agar inovasi ini terus dikembangkan untuk produksi massal dan dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat.

Dengan langkah ini, diharapkan pelajar lain juga terinspirasi untuk menciptakan karya inovatif yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.