Media Kampung – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada menggelar pameran dan diseminasi dokumentasi relawan pada Jumat, 24 April 2024, menyoroti peran mereka dalam pengelolaan sampah dan lingkungan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di kampus UGM Yogyakarta sebagai wujud publikasi hasil pengabdian yang telah dijalankan di Aceh dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pameran menampilkan dokumentasi aksi relawan, termasuk program rehabilitasi pendidikan di Aceh serta inisiatif pengelolaan sampah di kawasan IKN.

Di Aceh, mahasiswa FISIPOL berperan dalam digitalisasi layanan pendidikan pasca bencana, membantu memulihkan akses belajar bagi korban gempa.

Upaya tersebut mencakup pelatihan guru, penyediaan materi daring, serta pendampingan teknis untuk memastikan kontinuitas proses belajar mengajar.

Di IKN, tim relawan Bala Gadjah Mada fokus pada penanganan sampah, pemantauan kualitas lingkungan, dan edukasi masyarakat tentang pentingnya kebersihan.

“Situasi kebencanaan dan potensi kebencanaan sangat membutuhkan perhatian kita. Termasuk di dalamnya sampah, yang bagi saya sudah menjadi bencana dan perlu direspons secara serius,” ujar Dekan FISIPOL, Dr. Wawan Mas’udi.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa berawal dari keharusan merespons dampak bencana, baik yang sudah terjadi maupun yang berpotensi muncul di masa depan.

Program di Aceh dijalankan oleh kelompok relawan FISIPOL Mengajar, yang menekankan pada pemulihan infrastruktur pendidikan serta pemberdayaan guru lokal.

Sementara itu, tim Bala Gadjah Mada merupakan bagian dari Kelompok Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup Setrajana, berfokus pada isu kesehatan, lingkungan, dan pengelolaan sampah.

Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita Ibu Kota Nusantara, Dr. Thomas Umbu Pati, menyoroti tantangan pengelolaan sampah, deforestasi, dan penambangan ilegal yang mengancam keberlanjutan IKN.

Ia menegaskan perlunya tata kelola yang kuat serta regulasi yang mendukung agar kebijakan lingkungan dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Erwan Widyarto, Sekretaris Paguyuban Bank Sampah DIY dan Wakil Ketua GIPI DIY, menekankan pentingnya prinsip 3R dalam mengurangi limbah sejak sumbernya.

Rifka Agnes, Ketua Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) Yogyakarta, menekankan peran strategis generasi muda dalam memimpin aksi lingkungan baik di lapangan maupun melalui kampanye digital.

Ia juga menyoroti perlunya ruang terbuka hijau sebagai penyangga ekologis di tengah percepatan pembangunan perkotaan.

Sejak pameran, relawan terus melakukan kegiatan edukatif, pengumpulan sampah, dan penanaman pohon di wilayah sekitar kampus serta di IKN.

Keberlanjutan program diharapkan dapat memperkuat kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan dalam mengatasi permasalahan sampah dan lingkungan di Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.