Media Kampung – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa perang yang berlangsung dengan Iran belum berakhir hingga semua bahan nuklir, terutama uranium yang diperkaya, dikeluarkan dari negara tersebut. Dalam wawancara dengan CBS News, Netanyahu menyatakan, “Ini belum berakhir karena masih ada material nuklir yang harus dikeluarkan dari Iran dan lokasi pengayaan yang harus dibongkar,” ujarnya.
Netanyahu menambahkan bahwa masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan terkait program misil dan dukungan Iran terhadap kelompok proksinya. Ia mengungkapkan, “Kami telah mengurangi banyak dari itu, tetapi semua itu masih ada, dan masih ada pekerjaan yang harus dilakukan.” Pernyataan ini muncul di tengah situasi yang semakin tegang pasca konflik yang dimulai pada Februari 2026.
Dalam wawancara yang sama, Netanyahu menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Israel sepakat untuk mempertimbangkan opsi militer jika diperlukan, namun ia juga tidak menutup kemungkinan untuk menyelesaikan masalah ini melalui cara non-militer. “Jika bisa diselesaikan tanpa tindakan militer, kenapa tidak?” tambahnya.
Netanyahu juga berpendapat bahwa saat ini adalah waktu yang tepat bagi Israel untuk menata ulang hubungan keuangan dengan Amerika Serikat, terutama terkait bantuan militer. Ia berharap Israel dapat mengurangi ketergantungan pada dukungan finansial dari AS dalam satu dekade ke depan, terutama setelah munculnya ketidakpuasan di kalangan masyarakat Amerika terhadap Israel.
Survei terbaru menunjukkan bahwa 60 persen warga AS memiliki pandangan negatif terhadap Israel, dengan 59 persen responden tidak percaya pada Netanyahu dalam mengelola isu-isu internasional. Penurunan dukungan ini, menurut Netanyahu, berkorelasi dengan meningkatnya penggunaan media sosial yang sering kali memanipulasi informasi mengenai Israel.
Konflik yang sedang berlangsung dengan Iran telah memicu dampak ekonomi di AS, termasuk kenaikan harga bensin yang berkontribusi pada inflasi tertinggi sejak Mei 2023. Netanyahu mengakui bahwa situasi ini sangat kompleks dan memerlukan strategi yang hati-hati dalam menghadapi Iran serta dampaknya terhadap hubungan Israel dengan Amerika Serikat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan