Media Kampung – Setiap tanggal dalam kalender memiliki makna dan peringatan tersendiri, termasuk tanggal 9 Mei yang tidak memiliki hari besar nasional di Indonesia namun memiliki beberapa peringatan penting di berbagai negara. Pada tanggal ini, Rusia memperingati Hari Kemenangan yang menandai kemenangan Uni Soviet atas Jerman dalam Perang Dunia II, sementara di Britania Raya dan Amerika Serikat terdapat peringatan lain yang berkaitan dengan sejarah dan kesehatan.
Hari Kemenangan Rusia menjadi momen penting yang diperingati setiap 9 Mei sebagai penghormatan atas berakhirnya Perang Dunia II dengan kekalahan Jerman. Penetapan tanggal tersebut berkaitan dengan penandatanganan dokumen penyerahan Jerman yang terjadi di Berlin pada waktu yang sudah melewati tengah malam waktu Moskow. Sehingga Rusia menetapkan tanggal 9 Mei sebagai hari peringatan tersebut.
Perayaan ini awalnya tidak selalu meriah. Joseph Stalin, pemimpin Uni Soviet saat itu, sempat mengabaikan peringatan Hari Kemenangan selama bertahun-tahun karena ingin melupakan masa perang. Namun situasi berubah pada tahun 1965 ketika Leonid Brezhnev memimpin partai tertinggi Uni Soviet dan memperkenalkan parade militer besar-besaran sebagai bagian dari perayaan Hari Kemenangan. Parade ini menampilkan kekuatan militer Rusia seperti tank, pesawat tempur, dan rudal sebagai simbol kejayaan dan pengorbanan selama perang.
Meski parade militer menjadi tradisi tahunan, tidak semua warga Rusia menyukai kemegahan tersebut. Sejak 2011, banyak orang mengikuti “Immortal Regiment March” atau Pawai Resimen Abadi dengan membawa foto anggota keluarga yang gugur dalam perang sebagai bentuk penghormatan dan pengingat atas korban yang jatuh selama Perang Dunia II.
Selain Rusia, pada tanggal 9 Mei juga diperingati Hari Pembebasan Guernsey di Britania Raya yang menandai berakhirnya pendudukan oleh pasukan Jerman selama Perang Dunia II. Di Amerika Serikat, terdapat Hari Kesadaran Sindrom Cornelia De Lange yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan dukungan terhadap kondisi kesehatan langka ini.
Berbeda dengan peringatan besar di luar negeri, tanggal 9 Mei di Indonesia tidak tercatat sebagai hari libur nasional atau peringatan khusus. Namun, bagi umat Islam, tanggal ini bertepatan dengan 21 Dzulqa’dah 1447 H dalam kalender Hijriah, bulan yang dianjurkan untuk melakukan berbagai amalan sunnah seperti mandi sunnah, shalat sunnah, dan berpuasa pada waktu tertentu.
Situasi terkini di Rusia pada perayaan Hari Kemenangan 9 Mei 2026 menunjukkan perubahan signifikan. Parade militer yang biasanya menampilkan kendaraan tempur dan rudal kali ini digelar tanpa pameran tank dan rudal, yang merupakan pertama kalinya dalam hampir dua dekade. Hal ini diduga terkait dengan tekanan yang dihadapi industri pertahanan Rusia di tengah konflik yang sedang berlangsung serta kekhawatiran akan keamanan ibu kota Moskow dari potensi serangan.
Langkah ini juga direspon oleh para pengamat dan pihak Ukraina yang menyatakan bahwa Rusia menghadapi kesulitan dalam memproduksi peralatan militer terbaru. Presiden Ukraina bahkan mengungkapkan kekhawatiran Rusia terhadap serangan drone selama parade tersebut. Sementara itu, di medan perang, pasukan Rusia dilaporkan mengalami kemunduran yang signifikan, menandai perubahan dinamika dalam konflik yang sedang berlangsung.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan