Media Kampung – Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan dukungannya terhadap usulan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk menunda pembayaran utang Covid-19 yang dimiliki oleh Uni Eropa. Langkah ini bertujuan memberikan ruang fiskal bagi negara-negara anggota agar dapat meningkatkan belanja di sektor pertahanan dan infrastruktur publik.

Wakil Direktur Departemen Eropa IMF, Oya Celasun, mengungkapkan bahwa penundaan pembayaran utang yang berasal dari masa pandemi tersebut merupakan langkah tepat untuk memperkuat anggaran fasilitas umum di Eropa. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Brussels, Belgia.

Celasun menjelaskan bahwa penundaan utang akan membuka ruang fiskal yang memungkinkan Uni Eropa untuk terus membangun prioritas strategis seperti pembaruan jaringan energi dan peningkatan kemampuan militer. Selain itu, penundaan ini dapat dikombinasikan dengan penambahan sumber pendapatan guna memperkuat anggaran Uni Eropa secara keseluruhan.

Menurut data dari Komisi Eropa, pembayaran utang yang semestinya dimulai pada tahun 2028 diperkirakan mencapai sekitar 25 miliar euro per tahun. Utang bersama lebih dari 800 miliar euro ini dikumpulkan pada tahun 2020 sebagai respons atas dampak ekonomi pandemi Covid-19 di kawasan tersebut.

Namun, situasi keuangan Uni Eropa kini semakin tertekan akibat konflik di Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah yang menyebabkan kenaikan harga energi. Dalam kunjungannya ke Athena pada 25 April 2026, Macron menilai bahwa pelunasan utang secara langsung akan membebani anggaran negara-negara anggota. Ia mengusulkan agar pembayaran utang tersebut diperpanjang dan disertai penerbitan surat utang baru sebagai solusi yang lebih tepat.

Namun demikian, sikap negara anggota Uni Eropa tidak sepenuhnya sepakat. Beberapa pemimpin seperti Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, mendukung usulan Macron, sementara Jerman menolak perubahan aturan utang bersama karena menilai dana yang tersedia saat ini masih cukup untuk kebutuhan fiskal.

Penundaan pembayaran utang ini menjadi topik utama dalam perundingan anggaran jangka panjang Uni Eropa untuk periode 2028–2034. Fokus pembahasan diarahkan pada peningkatan pendanaan sektor pertahanan, energi hijau, dan teknologi strategis sebagai upaya memperkuat ketahanan kawasan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Dengan dukungan dari IMF dan sejumlah pemimpin negara, rencana penundaan pembayaran utang Covid-19 ini diharapkan dapat menciptakan kondisi fiskal yang lebih fleksibel dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta stabilitas keamanan di Uni Eropa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.