Media KampungIndonesia dan Cili menegaskan komitmen mereka untuk memperdalam kerja sama di sektor mineral kritis dan ekonomi strategis melalui Forum Konsultasi Bilateral (FKB) ke-6 yang diselenggarakan di Santiago pada 7 Mei 2026. Pembahasan ini menjadi titik penting dalam memperkuat hubungan kedua negara di tengah meningkatnya permintaan global terhadap sumber daya strategis.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI, Duta Besar Grata Endah Werdaningtyas, sementara Cili diwakili oleh Plt Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Carlos Morán León. Kedua pihak sepakat untuk memperluas kerja sama bilateral di berbagai bidang dengan dukungan tingkat kepercayaan yang terus meningkat.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara juga membahas optimalisasi Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) sebagai langkah strategis guna membuka akses perdagangan dan memperbesar nilai kerja sama ekonomi. Selain itu, diskusi mencakup potensi kolaborasi di sektor pertanian, pertahanan, kesehatan, riset, dan pendidikan, meskipun isu mineral kritis menjadi fokus utama mengingat posisi Indonesia dan Cili sebagai produsen sumber daya penting untuk industri teknologi dan energi bersih dunia.

FKB ke-6 juga menyoroti persiapan Indonesia-Latin America and the Caribbean (INA-LAC) Business Mission yang dijadwalkan berlangsung di Santiago pada 1-2 Oktober 2026. Forum ini diharapkan dapat menghasilkan kemitraan yang lebih konkret dan saling menguntungkan, memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat kedua negara.

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Cili telah terjalin sejak 29 September 1965, dan pertemuan kali ini menunjukkan dinamika positif yang terus berkembang dalam memperkuat kerja sama strategis antara kedua negara di berbagai sektor.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.