Media Kampung – Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo bukanlah milik kelompok atau partai politik tertentu. Ia menyatakan Jokowi merupakan pemimpin nasional yang lahir dari rakyat Indonesia dan menjadi milik seluruh masyarakat.

Dalam pernyataannya kepada Media Kampung pada Jumat (15/5/2026), Freddy menyampaikan bahwa Projo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak dalam posisi berebut atau memperebutkan figur Jokowi. Ia menuturkan hubungan kedua organisasi pendukung ini tetap terjalin dengan baik, baik antara para pendiri maupun pengurusnya.

Freddy menyebutkan bahwa Projo menjaga komunikasi dengan sejumlah tokoh PSI seperti Ketua Umum Kaesang, Ketua Dewan Pembina Jeffrie Geovanie, serta beberapa pengurus lama PSI lainnya. Menurutnya, kedua organisasi memiliki tujuan besar yang sama, yaitu menjaga kemajuan Indonesia dan mempertahankan semangat kerakyatan yang diwariskan oleh Jokowi selama kepemimpinannya.

Lebih lanjut, Freddy menolak narasi yang menggambarkan adanya persaingan atau perebutan Jokowi antara Projo dan PSI. Ia mengajak semua pihak, termasuk media dan pengamat, untuk tidak membangun diksi kompetitif yang justru bisa melemahkan kekuatan para pendukung Jokowi. Fokus utama seharusnya adalah menjaga warisan kerja Jokowi selama satu dekade memimpin Indonesia.

Sementara itu, Ketua DPP PSI Bestari Barus mengkritik pernyataan Projo yang menyampaikan informasi tentang kondisi kesehatan Jokowi. Bestari menegaskan bahwa masalah kesehatan Presiden adalah ranah dokter dan bukan kewenangan organisasi seperti Projo. Ia menilai pernyataan tersebut dapat menimbulkan kebingungan publik terkait kedekatan Projo dengan Jokowi.

Bestari juga menyinggung pernyataan Projo sebelumnya yang menyatakan bahwa kepanjangan Projo bukan lagi ‘Pro Jokowi’, sehingga menurutnya sulit memahami posisi organisasi tersebut terkait dukungan terhadap Presiden. PSI menegaskan bahwa mereka yang mengatur agenda kunjungan Jokowi ke berbagai daerah, dan agenda safari nasional bersama Jokowi merupakan rencana yang telah disiapkan sejak awal oleh PSI.

Ketua DPP PSI menyebutkan bahwa jadwal kunjungan Jokowi ke daerah-daerah belum ditentukan secara resmi, dan membantah rumor yang menyebut safari akan dimulai pada Juni tahun ini. PSI masih fokus menyelesaikan tugas di wilayahnya sebelum mempersiapkan agenda keliling Presiden.

Perbedaan posisi antara Projo dan PSI dianggap wajar dalam demokrasi, namun Freddy menegaskan bahwa kedua organisasi tetap berperan sebagai sahabat perjuangan dalam mendukung gagasan dan kepemimpinan Jokowi. Ia mengimbau agar energi bangsa lebih diarahkan pada dukungan kepada pemerintahan saat ini dan menjaga persatuan nasional tanpa menimbulkan polarisasi baru.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.