Media Kampung – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya perjanjian dagang sebagai kunci mengangkat kinerja ekspor Indonesia menjelang Idul Fitri 1447 H. Ia menyampaikan tekad pemerintah untuk mempercepat proses kesepakatan dengan Uni Eropa dan Kanada guna membuka peluang pasar yang lebih luas.
“Langkah‑langkah pemerintah terkait dengan ekspor tentu salah satunya adalah di dalam ketidakpastian ini membuka pasar lebih luas,” ungkap Airlangga dalam konferensi pers pada Selasa 5 Mei. Ia menekankan bahwa diversifikasi tujuan ekspor menjadi prioritas utama di tengah dinamika ekonomi global.
Airlangga menambahkan bahwa proses ratifikasi Indonesia‑European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU‑CEPA) sedang dipercepat. Ia baru saja meminta Komisioner Perdagangan Uni Eropa untuk mempercepat tahapan terjemahan dokumen ke dalam 22 bahasa resmi Uni Eropa.
“Sekarang memang masih menyelesaikan proses terjemahan ke 22 bahasa, sehingga kalau ini bisa selesai kita berharap 1 Januari tahun depan pasar Eropa bisa terbuka dengan bea masuk 0,” harap Airlangga. Jika ratifikasi selesai tepat waktu, produk Indonesia berpotensi menikmati tarif nol di pasar terbesar dunia.
Pemerintah juga memperkuat Free Trade Agreement (FTA) dengan Kanada. Airlangga mencatat bahwa Indonesia sudah memiliki FTA dengan Kanada, dan dalam situasi ketidakpastian perdagangan Kanada dengan mitra lain, peran Indonesia menjadi semakin strategis untuk menembus pasar Kanada.
Selain Kanada, Indonesia sedang mengembangkan Economic Growth Partnership dengan Inggris yang diharapkan berkembang menjadi FTA penuh. Airlangga menegaskan bahwa kemitraan ini akan memperluas akses barang Indonesia ke pasar Inggris yang memiliki standar tinggi.
Ia menilai bahwa keberadaan FTA dengan Kanada dan potensi FTA dengan Inggris akan memperkaya portofolio perdagangan Indonesia, sekaligus memberikan alternatif bagi eksportir yang selama ini tergantung pada pasar tradisional.
Besok, Airlangga akan mewakili Indonesia dalam ASEAN Economic Ministerial Meeting, di mana agenda utama mencakup respons ASEAN terhadap krisis energi dan pangan. Ia juga akan membahas rencana pembentukan strategic petroleum reserve serta strategic pangan reserve di kawasan.
Hasil rapat ASEAN diharapkan disampaikan kepada para kepala negara ASEAN pada pertemuan puncak Jumat mendatang, sehingga kebijakan bersama dapat memperkuat ketahanan energi dan pangan regional. Dengan langkah‑langkah tersebut, Airlangga menutup pertemuan dengan optimisme bahwa Indonesia akan semakin kompetitif di pasar internasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan