Media Kampung – Erin menolak keras tuduhan penganiayaan yang diajukan oleh Asisten Rumah Tangga (ART) Herawati, menyatakan tuduhan tersebut 100 persen tidak benar dan menyiapkan bukti video untuk kepolisian.
Herawati melaporkan dugaan pemukulan, cercaan, bahkan penggarukan pada 28 April lalu ke Polres Metro Jakarta Selatan, menuduh Erin melakukan kekerasan fisik di rumahnya.
Erin, didampingi kuasa hukumnya, membantah semua tuduhan dan menegaskan bahwa tidak ada bukti medis yang mendukung klaim tersebut, menambah, “Bisa saya buktikan 100% tidak benar.”
Erin mengungkapkan bahwa ia memiliki empat belas rekaman video yang merekam seluruh aktivitas di rumahnya, siap diserahkan kepada penyidik untuk membuktikan tidak adanya tindakan kekerasan.
Herawati baru bekerja kurang dari sebulan di rumah Erin, diperkenalkan lewat referensi teman saat mencari ART setelah pulang lebaran, dan belum lama menyesuaikan diri dengan tugas rumah tangga.
Erin menuduh Herawati mengunggah video anak-anaknya ke media sosial pribadi serta pernah memakai pakaian putrinya tanpa izin, menambah dimensi pelanggaran privasi dalam perselisihan ini.
Masalah kinerja juga menjadi poin penting; Erin mencatat bahwa cucian sprei tidak ditata selama dua minggu, pekerjaan lain terabaikan, dan semua keluhan itu telah direkam dalam video sebagai bukti.
Kedua belah pihak telah mengajukan laporan resmi ke Polres Metro Jakarta Selatan, satu tentang penganiayaan dan satu lagi tentang pencemaran nama baik serta fitnah, dan kasus tersebut kini masih dalam penyelidikan.
Sampai saat ini, kepolisian belum mengeluarkan keputusan akhir, namun proses pemeriksaan bukti video dan saksi masih berlanjut, meninggalkan ketidakpastian bagi kedua belah pihak.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan