Media KampungPelabuhan Shanghai menetapkan target throughput kontainer sebesar 58 juta TEUs selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030), melanjutkan dominasinya sebagai pelabuhan kontainer terbesar di dunia.

Pelabuhan yang telah mempertahankan gelar terbesar selama 16 tahun berturut-turut ini mencatat penanganan sebanyak 55,06 juta TEUs sepanjang tahun 2025. Namun, fokus Shanghai kini beralih dari sekadar memperbesar skala menjadi peningkatan kapasitas yang lebih berkualitas, termasuk penguatan sumber daya manusia dan kapasitas regulasi.

Chu Beiping, Presiden Universitas Maritim Shanghai, menyatakan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah, industri, akademisi, dan lembaga riset untuk mendukung pengembangan pusat pelayaran internasional Shanghai. “Pertumbuhan skala hanyalah bagian dari peningkatan kapasitas. Yang lebih utama adalah penyediaan talenta, kemampuan pembuatan aturan, dan daya saing dalam pengaruh wacana internasional,” ujar Chu saat forum kapasitas peningkatan Pusat Pengiriman Internasional Shanghai, Selasa lalu.

Menurut Chu, sektor ini harus mengembangkan bidang interdisipliner yang baru dan membentuk pusat pengetahuan yang didorong oleh kebutuhan pasar, kolaborasi, serta standar global. Hal ini diharapkan dapat memenuhi tuntutan baru di industri pelayaran dan logistik yang terus berkembang.

Liu Xin, Direktur Institut Perencanaan dan Riset Transportasi Kementerian Perhubungan, menambahkan bahwa Shanghai memegang peran penting sebagai penyangga stabilitas perkembangan pelabuhan dan pengiriman global. “Selama Rencana Lima Tahun ke-15, Shanghai harus memperkuat daya lunak, khususnya pada empat aspek kunci: ketahanan fasilitas, alokasi sumber daya pelayaran global, kepemimpinan dalam pengembangan cerdas dan hijau, serta kemampuan dukungan finansial dan hukum,” jelas Liu.

Liu menggarisbawahi bahwa Shanghai harus berupaya menguasai secara menyeluruh aspek skala dan efisiensi, ketahanan dan keamanan, layanan terpadu, pengembangan cerdas dan ramah lingkungan, serta vitalitas ekonomi untuk mempertahankan posisinya sebagai pusat pelayaran internasional terdepan.

Upaya peningkatan kapasitas ini merupakan bagian dari strategi Shanghai untuk merespons dinamika global dan kebutuhan logistik yang semakin kompleks, sekaligus mendukung stabilitas rantai pasok nasional dan internasional.

Dengan target ambisius tersebut, Shanghai berkomitmen untuk terus memperkuat infrastrukturnya serta membangun ekosistem yang mendukung pengembangan sumber daya manusia dan inovasi teknologi demi mempertahankan posisi strategisnya di kancah pelayaran dunia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.