Media KampungBulog berencana menghidupkan kembali program Beras Natura bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Polri sebagai respons atas melimpahnya stok beras pemerintah yang kini mencapai rekor tertinggi.

Program Beras Natura sebelumnya pernah menjadi pilihan utama untuk menyediakan beras medium kepada aparat keamanan dan pegawai negeri, sehingga kini dipertimbangkan untuk diaktifkan kembali demi mempercepat distribusi pangan.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa rencana tersebut masih menunggu persetujuan resmi dari pihak berwenang sebelum dapat diimplementasikan secara luas.

Ia menambahkan, “Mudah‑mudahan kalau memang dapat restu, dulu‑dulu kita TNI, Polri, maupun ASN itu dapat (beras) Natura. Mumpung beras Bulog itu berlimpah, kami sarankan untuk ke depannya TNI, Polri, dan ASN juga mendapat beras Bulog seperti Natura zaman‑zaman dahulu waktu kita masih kecil‑kecil.”

Rizal menegaskan bahwa Beras Natura adalah varietas beras medium yang memiliki kualitas gizi dan tekstur yang sesuai untuk konsumsi sehari‑hari, sehingga cocok untuk kebutuhan gizi aparat dan pegawai negeri.

Informasi tersebut diungkapkan saat Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Soeharto, melakukan inspeksi ke gudang Bulog di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur pada 25 April 2026.

Rizal juga melaporkan bahwa hingga tanggal tersebut, Bulog telah menyerap lebih dari 2,4 juta ton gabah petani, mendekati 60 persen dari target penyerapan 4 juta ton yang ditetapkan untuk tahun 2026.

Ia memuji sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dukungan aktif TNI, Polri, dan lembaga lain yang membantu proses penyerapan gabah di lapangan, menjadikan pencapaian tersebut mungkin.

Selain menghidupkan kembali Beras Natura, Bulog menyiapkan strategi tambahan melibatkan jaringan ritel modern, program Rumah Pangan Kita (RPK), serta kerja sama dengan pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan distribusi.

Strategi tersebut diharapkan dapat mempercepat penyaluran beras ke penerima manfaat, menstabilkan harga pasar, dan mengurangi tekanan logistik pada kanal distribusi tradisional.

Hingga saat ini belum ada keputusan final, namun Bulog optimis program dapat diluncurkan dalam beberapa minggu mendatang bila mendapat restu resmi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.