Media Kampung – Bupati Jember Muhammad Fawait memprakarsikan mobilisasi ASN untuk menelusuri kondisi kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jember, guna memastikan bantuan sosial tepat sasaran.

Gus Fawait mengeluarkan perintah kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan verifikasi dan validasi lapangan secara langsung.

Sekitar 20 ribu ASN, tanpa memandang jabatan, ditugaskan mengunjungi empat hingga lima rumah warga yang terdaftar sebagai miskin ekstrem.

Mobilisasi berlangsung antara 20 hingga 24 April 2026, dengan ketentuan pelaksanaan hanya di luar jam kerja resmi.

Setiap ASN wajib mendokumentasikan kondisi riil rumah tangga dalam bentuk foto dan video, serta dapat delegasi tugas bila mengalami sakit atau kehamilan.

Tujuan utama verifikasi ini adalah memperbaiki data BPS dan PKH, sehingga program bantuan dapat dirancang lebih tepat sasaran.

APBD Jember 2026 yang disahkan mencapai Rp 4,3 triliun, dengan alokasi Rp 22 miliar untuk bantuan sosial dan Rp 164,7 miliar untuk hibah, menuntut data akurat demi efektivitas belanja.

Salah satu pejabat eselon II melaporkan kondisi nyata Hamdih, 62‑tahun, buruh tani di Desa Rowosari yang hidup dalam kemiskinan ekstrem tanpa alat produksi dan mengandalkan kayu bakar untuk memasak.

Penelusuran juga mengungkap kasus kontradiktif, seperti warga di Kecamatan Patrang yang memiliki motor Triumph senilai ratusan juta namun tetap tercatat miskin ekstrem.

Ketua Fraksi NasDem DPRD Jember, David Handoko Seto, menyatakan dukungan penuh pada inisiatif tersebut, meski mengakui terdapat penolakan kecil dari sebagian ASN.

Verifikasi masih berlangsung, dengan harapan temuan terbaru dapat menyingkirkan data keliru dan memperkuat perlindungan bagi warga yang memang berada dalam kemiskinan ekstrem.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.