Media Kampung – Tim SAR Gorontalo berhasil menemukan dua anak yang hanyut di Sungai Bulango pada Sabtu, 19 April 2026, setelah operasi penyelamatan intensif.

Kejadian bermula sekitar pukul 09.30 WIB ketika dua anak usia 8 dan 10 tahun sedang bermain di tepi sungai bersama saudara mereka.

Kedua anak tiba‑tiba terseret arus kuat akibat derasnya aliran sungai setelah hujan deras semalam, sehingga mereka menghilang dari pandangan.

Keluarga melaporkan kehilangan kepada pihak berwenang dan sempat mengemukakan kecurigaan bahwa anak‑anak tersebut mungkin telah diculik, mengingat tidak ada jejak di lokasi.

Pihak Polres Gorontalo kemudian mengirimkan tim SAR gabungan, termasuk relawan dan aparat Polda Gorontalo, untuk melakukan penyelidikan dan pencarian.

Tim SAR memulai pencarian dengan perahu motor dan helikopter pengintai pada pukul 11.00 WIB, menelusuri alur sungai sejauh tiga kilometer ke hilir.

Setelah menelusuri beberapa titik pertemuan air, tim menemukan jejak kaki basah dan pakaian anak pada batu besar sekitar pukul 13.45 WIB.

Koordinator Tim SAR, Letnan Satu Arif Nugraha, menyatakan bahwa kondisi anak‑anak tersebut masih hidup namun dalam keadaan lemah dan hipotermia ringan.

Tim SAR segera melakukan evakuasi dengan perahu karet dan membawa korban ke Pos SAR setempat untuk penanganan medis.

Setibanya di pos, korban pertama berhasil mendapatkan perawatan oksigen dan selimut pemanas, kemudian dinyatakan stabil.

Korban kedua, yang sempat mengalami pingsan, juga menerima perawatan serupa dan setelah pemeriksaan awal dinyatakan selamat.

Keluarga yang sempat curiga menerima kabar baik ini dengan lega, meski tetap menanyakan penyebab arus yang begitu kuat.

Ayah korban, Budi Santoso, mengaku awalnya khawatir anaknya diculik karena tidak ada jejak fisik, namun kemudian bersyukur atas kerja keras tim SAR.

Ia menambahkan, “Kami sempat panik dan berpikir ada hal lain yang terjadi, namun tim SAR membuktikan bahwa mereka memang hanyut karena aliran air yang tiba‑tiba naik.”

Pihak berwenang menjelaskan bahwa curah hujan intensif pada malam sebelumnya meningkatkan debit sungai secara signifikan, sehingga area bermain yang biasanya aman menjadi berbahaya.

Menurut Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Gorontalo, Dr. Hadi Pratama, wilayah Sungai Bulango memang rawan banjir bandang pada musim hujan, sehingga warga diimbau untuk menghindari area tepi sungai.

Ia menekankan pentingnya edukasi keselamatan air bagi anak‑anak, terutama di daerah yang rawan banjir.

Tim SAR juga menegaskan bahwa operasi penyelamatan tidak terhambat oleh kecurigaan keluarga, melainkan didasarkan pada data lokasi dan kondisi cuaca.

Selama proses pencarian, tim menemukan beberapa benda pribadi korban, termasuk sepatu dan mainan, yang membantu memperkirakan arah pergerakan mereka.

Setelah penemuan, korban dibawa ke RSUD Gorontalo untuk pemeriksaan lanjutan dan observasi selama 24 jam.

Dokter di rumah sakit melaporkan bahwa kedua anak tidak mengalami luka serius, hanya mengalami hipotermia ringan dan kelelahan.

Pihak kepolisian tetap membuka penyelidikan terkait potensi kelalaian pengawasan anak di area berbahaya, namun belum menemukan bukti pelanggaran hukum.

Keluarga berjanji akan meningkatkan pengawasan terhadap anak‑anak mereka dan menghindari area sungai selama musim hujan.

Komunitas setempat memberikan dukungan moral dengan mengirimkan makanan dan minuman hangat kepada keluarga korban.

Petugas SAR menutup operasi pada malam hari dengan catatan keberhasilan penyelamatan dan mengingatkan publik untuk selalu memperhatikan peringatan dini banjir.

Hingga saat ini, kedua anak berada dalam kondisi baik dan diperkirakan dapat pulang ke rumah dalam beberapa hari ke depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.