Media KampungBUMI Resources beralih fokus produksi dari batubara ke tambang emas, memperkuat portofolio mineral sambil menanggapi hoaks Bumi gelap total 2027 dan peringatan gempa global serta perubahan iklim.

Per 31 Maret 2026, Mach Energy (Hongkong) Limited menguasai 45,78 persen saham BUMI, menjadikan perusahaan berada di bawah kontrol pemegang saham baru dan menandai pergeseran strategis dari energi fosil ke mineral bernilai tinggi.

Sebagai bagian dari pembersihan neraca, anak usaha PT Bumi Resources Minerals Tbk menulis kembali aset proyek bauksit senilai USD6,47 juta pada pertengahan 2025, menghilangkan beban pemeliharaan pada aset yang tidak produktif.

PT Citra Palu Minerals meningkatkan kapasitas pengolahan emas dari 200 ton menjadi 500 ton per hari, langkah yang diproyeksikan meningkatkan arus kas stabil dan memperkuat posisi BUMI di pasar mineral internasional.

Pendanaan capex didukung oleh fasilitas pinjaman jangka panjang, sementara Treasure Global Investments Limited dan UBS Switzerland AG turut menambah modal, memastikan kelancaran ekspansi tambang bawah tanah dan pengolahan mineral.

Peringatan Hari Bumi 22 April 2026 menampilkan kampanye digital dengan twibbon gratis, mengajak masyarakat menampilkan dukungan visual untuk keberlanjutan, sekaligus menyoroti peran perusahaan tambang dalam menjaga lingkungan.

Hoaks Bumi Gelap Total 2027 yang beredar di media sosial telah dibantah oleh komunitas ilmiah; tidak ada satelit atau model iklim yang memprediksi kegelapan total, dan fenomena tersebut tidak memiliki dasar fisika yang sah.

Gempa bumi magnitude 7,7 yang mengguncang Jepang pada 20 April 2026 menegaskan dinamika tektonik bumi, memicu peringatan tsunami dan evakuasi massal, serta mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan perusahaan tambang terhadap risiko alam.

Direktur Utama BUMI, Irwan Setiawan, menyatakan, “Transformasi ke tambang emas bukan sekadar diversifikasi, melainkan langkah strategis untuk menyesuaikan diri dengan transisi energi global dan menurunkan jejak karbon perusahaan.”

Saham BUMI sempat mengalami volatilitas setelah pengumuman strategi, namun analis memperkirakan pemulihan jangka menengah seiring peningkatan produksi emas dan penurunan beban hutang.

Ke depan, BUMI berkomitmen pada tata kelola lingkungan yang lebih ketat, mengintegrasikan standar ESG, dan terus memantau rumor hoaks yang dapat mengganggu persepsi publik tentang kondisi bumi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.