Media Kampung – Wacana kenaikan tarif Transjakarta dan Transjabodetabek tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Jakarta dan sekitarnya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengkaji penyesuaian tarif untuk layanan transportasi umum tersebut, dengan nilai subsidi yang saat ini mencapai Rp410 miliar untuk Transjabodetabek.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengungkapkan bahwa subsidi sebesar itu merupakan dukungan pemerintah untuk menjaga operasional layanan yang terus diperluas guna meningkatkan konektivitas antardaerah di kawasan aglomerasi. Namun, besarnya subsidi ini menjadi salah satu pemicu wacana penyesuaian tarif.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyatakan bahwa sejumlah rute Transjabodetabek akan mengalami penyesuaian tarif pada bulan ini, salah satunya rute Blok M–Bandara Soekarno Hatta. Menurutnya, penyesuaian ini perlu dilakukan karena jumlah subsidi yang terlalu besar.

Wacana kenaikan tarif Transjakarta dari Rp3.500 menjadi Rp5.000 hingga Rp7.000 menuai pro dan kontra. Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai kebijakan ini seperti pisau bermata dua. Di satu sisi, dapat memperkuat keuangan daerah dan meningkatkan kualitas layanan. Namun di sisi lain, berpotensi membebani masyarakat berpenghasilan rendah.

Djoko mengatakan bahwa tarif Transjakarta sebesar Rp3.500 telah bertahan hampir dua dekade sejak 2005, sehingga penyesuaian tarif menjadi wajar. Namun, ia menekankan pentingnya perlindungan bagi kelompok berpenghasilan rendah agar tidak menambah beban ekonomi mereka. Saat ini, subsidi per perjalanan penumpang mencapai lebih dari Rp9.000. Dengan penyesuaian tarif, beban subsidi pemerintah daerah dapat berkurang, memberikan ruang fiskal yang lebih besar untuk program prioritas lain.

Pembahasan tarif masih dalam tahap pengkajian oleh Pemprov DKI Jakarta. Budi Awaluddin belum merinci besaran penyesuaian yang akan diterapkan. Sementara itu, Pramono Anung juga belum merinci rute mana saja yang akan mengalami penyesuaian tarif selain Blok M–Soekarno Hatta.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.