Media Kampung – BMKG memperkirakan separuh wilayah Jabodetabek akan diguyur hujan lebat sore ini, dengan intensitas berpotensi dari sedang hingga deras, khususnya di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, serta bagian utara dan timur Jakarta.

Menurut data yang dilansir dari Antara, wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan akan mengalami awan tebal sejak pagi, kemudian hujan ringan pada sore hari sebelum kembali berawan tebal pada malam hari. Sementara Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara diprediksi tetap berawan tebal sepanjang hari, dengan potensi hujan sedang hingga lebat pada sore hingga malam hari.

Suhu rata‑rata pada hari Rabu 6 Mei 2026 diperkirakan berada di kisaran 27‑28°C. BMKG menambahkan bahwa Kepulauan Seribu telah mengalami hujan ringan sejak pagi dan akan kembali berawan tebal menjelang siang. Peringatan resmi berbunyi: “Ada potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan pada hari ini,” kata juru bicara BMKG.

Data banjir sebelumnya menunjukkan peningkatan tinggi muka air di beberapa pos pada Senin 4 Mei, misalnya Pos Pesanggrahan (Siaga 3) pada pukul 16.00 WIB dan Pos Pintu Air Pasar Ikan (Siaga 2) pada pukul 19.00 WIB. BPBD DKI Jakarta mencatat 115 RT di Jakarta Barat, Timur, dan Selatan masih terendam, dengan kedalaman 15 cm hingga 2,4 m. Kondisi tersebut menambah urgensi peringatan BMKG agar warga menyiapkan payung, jas hujan, dan menghindari berteduh di bawah jembatan atau underpass.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan fenomena hujan di tengah masa peralihan musim kemarau sebagai variasi intraseasonal yang biasa terjadi. “Tidak pernah musim hujan dan kemarau terjadi secara serentak di Indonesia,” ujarnya, menambahkan bahwa dinamika atmosfer regional, termasuk gelombang Equatorial Rossby dan MJO, memicu hujan di wilayah Jawa Barat meski sebagian daerah lain sudah memasuki musim kemarau.

Warga diharapkan tetap waspada, memantau pembaruan cuaca melalui kanal resmi BMKG, dan mengatur aktivitas luar ruangan. Mengingat potensi genangan di jalan utama, terutama di area yang baru saja mengalami banjir, persiapan fisik dan peralatan melindungi diri menjadi kunci mengurangi dampak hujan lebat ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.