Media Kampung – BMKG Banyuwangi mengeluarkan prakiraan cuaca cerah pancaroba dan mengingatkan warga waspada potensi kebakaran hutan pada 26 April 2026 dengan suhu siang mencapai 33°C.
Masuk dalam fase peralihan, wilayah Tapal Kuda dan sekitarnya diprediksi didominasi langit cerah hingga berawan, terutama pada siang hari.
Daerah Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang diperkirakan mengalami penurunan intensitas hujan secara bertahap, meski hujan ringan masih mungkin turun pada sore atau malam hari.
Prakirawan Ganis, perwakilan BMKG Banyuwangi, menyatakan, “Karakteristik musim pancaroba ditandai dengan perubahan cuaca yang relatif cepat, namun tren umum mengarah pada berkurangnya pembentukan awan hujan.”
Suhu udara terasa lebih hangat pada siang hari, sementara kelembapan mulai menurun, menandakan awal peralihan menuju musim kemarau yang diproyeksikan lebih panjang dari biasanya.
Penurunan curah hujan diperkirakan sebesar 20‑30 % dibandingkan minggu sebelumnya, dengan probabilitas hujan ringan hanya 15‑20 % pada wilayah interior.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di area vegetasi kering dan minim sumber air.
Prakirawan Cahyo menegaskan, “Aktivitas pembakaran terbuka di lahan pertanian atau pekarangan dapat mempercepat penyebaran api karena angin kering yang dominan.”
Kualitas udara berisiko menurun jika terjadi kebakaran berskala luas, sehingga pemantauan indeks kualitas udara (AQI) harus dilakukan secara intensif.
BMKG juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau panjang, meliputi pengelolaan sumber daya air, penyesuaian pola aktivitas, dan penggunaan air bersih secara bijak.
Petani disarankan menunda irigasi berlebih dan menerapkan teknik konservasi tanah untuk mengurangi dampak kekeringan yang mungkin muncul.
Pemerintah daerah diminta memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memantau titik panas serta menyiapkan tim respons cepat.
Pada akhir pekan ini, BMKG akan memperbaharui prakiraan dengan data satelit terbaru dan mengirimkan peringatan dini melalui kanal RRI dan media sosial resmi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan