Media Kampung – Harga pangan di Indonesia kembali menunjukkan lonjakan signifikan pada awal pekan kedua Mei 2026. Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dirilis Bank Indonesia mencatat kenaikan tajam pada sejumlah komoditas utama, terutama cabai rawit merah yang kini menembus Rp65.350 per kilogram. Kenaikan harga ini terjadi di tengah tekanan ekonomi yang makin dirasakan masyarakat, khususnya kelompok rumah tangga yang sangat bergantung pada kebutuhan dapur sehari-hari.

Kondisi pasar tradisional di berbagai daerah semakin terasa berat. Cabai rawit merah yang menjadi salah satu bahan pokok favorit kini melonjak hampir 3 persen hanya dalam waktu satu malam. Tak hanya itu, cabai merah keriting pun naik menjadi Rp50.300 per kilogram, sedangkan cabai merah besar mencapai Rp52.400. Bahkan alternatif yang biasanya lebih murah, seperti cabai rawit hijau, juga tak luput dari kenaikan dengan harga menyentuh Rp49.400 per kilogram. Kenaikan harga cabai dalam waktu singkat ini langsung berdampak pada pengeluaran harian masyarakat.

Bawang merah juga ikut mengalami kenaikan harga yang mendekati satu persen, kini dibanderol sekitar Rp46.800 per kilogram di tingkat pedagang eceran. Sementara bawang putih sedikit menurun, namun penurunan tersebut dinilai belum mampu menahan laju inflasi pangan yang terjadi. Komoditas lain seperti minyak goreng kemasan bermerek II juga dilaporkan naik menjadi Rp23.000 per kilogram, menambah daftar bahan pokok yang semakin mahal.

Kenaikan harga pangan juga terjadi pada beras kualitas bawah II yang kini berada di angka Rp14.550 per kilogram. Padahal, beras dengan kualitas rendah biasanya menjadi pilihan utama masyarakat berpenghasilan rendah. Kondisi ini mengindikasikan bahwa lonjakan harga mulai menekan kemampuan daya beli di seluruh lapisan masyarakat. Kenaikan harga beras juga diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) yang memproyeksikan produksi beras nasional pada kuartal II/2026 turun sekitar 8,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan produksi ini dipicu oleh menyusutnya luas panen akibat cuaca ekstrem dan faktor alam lainnya.

Kondisi serupa juga terjadi pada daging ayam ras segar yang terus merangkak naik hingga mencapai Rp39.100 per kilogram. Protein hewani seperti ayam ras semakin sulit dijangkau, terutama bagi masyarakat yang pendapatannya belum pulih akibat tekanan ekonomi pascapandemi dan kenaikan harga bahan bakar minyak. Telur ayam ras sendiri berada di kisaran Rp30.850 per kilogram, masih dalam posisi relatif stabil namun belum cukup meringankan beban belanja rumah tangga.

Tekanan harga pangan saat ini tidak hanya dialami Indonesia. Di tingkat global, risiko terhadap ketahanan pangan semakin besar setelah International Grains Council (IGC) memperkirakan produksi gandum dan jagung dunia akan menyusut pada musim 2026–2027. Penurunan produksi global ini diperkirakan akan mendorong volatilitas harga pangan internasional, termasuk di Indonesia yang masih bergantung pada impor beberapa bahan pokok. Harga pupuk yang tinggi dan ancaman El Nino menambah kekhawatiran akan ketidakstabilan pasokan pangan utama.

Pemerintah melalui BPS dan PIHPS terus memantau pergerakan harga di pasar serta menyiapkan langkah-langkah pengendalian. Namun, hingga Senin (11/5/2026), masyarakat belum merasakan dampak langsung dari upaya stabilisasi harga. “Kami terus mengawasi pergerakan harga dan berupaya menjaga pasokan agar tidak terjadi kelangkaan,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono seperti dikutip mediakampung.com. Ia menambahkan, realisasi produksi beras masih dapat berubah tergantung kondisi pertanaman dan cuaca hingga pertengahan tahun.

Lonjakan harga pangan di awal Mei 2026 ini menambah beban ekonomi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Para pedagang dan konsumen berharap ada solusi konkret dari pemerintah untuk menstabilkan harga dan menjamin ketersediaan pasokan pangan penting di pasar. Perkembangan harga akan terus dipantau dalam beberapa pekan ke depan, menunggu langkah kebijakan yang lebih efektif untuk menahan laju inflasi pangan di tanah air.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.