Media Kampung – Kenaikan harga bahan baku plastik yang terjadi belakangan ini menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap harga produk kemasan, yang kemungkinan besar dapat memicu kenaikan harga makanan dan minuman di pasaran. Hal ini dipicu oleh peningkatan harga minyak bumi, yang merupakan bahan baku utama dalam produksi plastik, dengan kebutuhan bahan baku petrokimia di Indonesia mencapai jutaan ton per tahun.
Ia menekankan bahwa masalah mendasar dalam industri plastik saat ini lebih terkait dengan ketersediaan bahan baku dan rantai industri petrokimia, daripada kualitas produk itu sendiri. Plastik yang banyak digunakan saat ini umumnya berasal dari etilena dan propilena, yang dihasilkan dari proses pengolahan nafta.
Nafta, yang merupakan fraksi minyak bumi dengan rantai hidrokarbon pendek, digunakan sebagai bahan baku utama dalam industri petrokimia. Dari nafta, sekitar 30 persen dapat diubah menjadi etilena, sementara sekitar 20 persen menjadi propilena. Namun, dengan status Indonesia sebagai net importer minyak bumi, kenaikan harga nafta dan gangguan pasokan global dapat meningkatkan biaya produksi industri petrokimia.
Rochmadi menjelaskan bahwa penggunaan LPG sebagai alternatif pengganti nafta memungkinkan secara teknis, meskipun memerlukan modifikasi pada proses produksi. “Jika LPG digunakan, perlu evaluasi ulang pada kondisi proses yang ada, karena desain awal pabrik dirancang untuk nafta,” katanya. Ia menambahkan bahwa meskipun ada perubahan bahan baku, kualitas plastik yang dihasilkan tetap sama.
Di tengah ketergantungan pada minyak bumi, Rochmadi mendorong pengembangan alternatif bahan baku yang lebih berkelanjutan seperti biomassa. Ia mencontohkan Brasil yang telah berhasil mengembangkan etilena berbasis etanol biomassa, dan diharapkan Indonesia bisa mengikuti jejak tersebut. “Jika harga minyak bumi terus meningkat, teknologi berbasis biomassa akan semakin berkembang sebagai alternatif yang penting di masa depan,” pungkasnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan