Media KampungHarga Pertamax hari ini masih dipertahankan di angka Rp12.300 per liter, meskipun harga keekonomian Pertalite sudah mencapai Rp16.088 per liter. Hal ini menjadi sorotan publik setelah unggahan struk pembelian BBM di media sosial menunjukkan harga asli Pertalite lebih mahal daripada Pertamax.

Pertamina melalui Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menjelaskan bahwa harga Pertamax sebagai bahan bakar umum (JBU) mengikuti dinamika pasar minyak global. Namun sejak 1 April 2026, Pertamina memutuskan menahan harga Pertamax demi menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat, terutama di wilayah Jabodetabek.

Menurut Roberth, kebijakan ini diambil meski tren harga energi dunia sedang naik akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Oleh karena itu, harga keekonomian Pertamax sebenarnya lebih tinggi dari Pertalite. Contohnya, Pertamax Turbo kini dijual Rp19.900 per liter, lebih mahal dari Pertamax biasa dan Pertalite.

Guru Besar Institut Teknologi Bandung, Tri Yuswidjajanto Zaenuri, menambahkan bahwa perbedaan harga antara varian BBM dengan angka oktan berbeda tidak terlalu jauh bila dibandingkan dengan pasar internasional seperti Singapura. Kondisi dimana produk dengan kualitas lebih rendah memiliki harga keekonomian lebih tinggi merupakan anomali akibat intervensi kebijakan di pasar domestik Indonesia.

Selain itu, pemerintah daerah di Palangka Raya menerapkan pembatasan pembelian BBM subsidi dan non subsidi untuk menjaga ketersediaan dan distribusi BBM yang merata. Pembelian Pertalite untuk sepeda motor dibatasi maksimal Rp50.000 per pengisian, sedangkan untuk mobil maksimal Rp200.000. Pembelian Pertamax juga dibatasi masing-masing Rp100.000 untuk motor dan Rp400.000 untuk mobil. Aturan ini bertujuan mencegah penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi.

Di sisi lain, harga BBM di jaringan SPBU lain seperti BP dan Vivo tercatat masih stabil. BP Indonesia menurunkan harga diesel mereka menjadi Rp29.890 per liter sejak 8 Mei 2026, sementara harga bensin BP dan BBM Vivo tetap tidak berubah. Pertamina juga belum menaikkan harga Pertamax setelah penyesuaian pada 4 Mei 2026 yang menaikkan harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Dengan kebijakan penahanan harga Pertamax dan pembatasan pembelian BBM subsidi, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan pasokan dan kestabilan harga BBM di tengah fluktuasi harga energi global dan permintaan yang tinggi di dalam negeri.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.