Media KampungHarga gas terus menahan diri di bawah garis 50‑day moving average, meski analisis teknikal menandakan sinyal bullish yang kuat. Data terbaru dari PrimeX News menegaskan bahwa pergerakan gas masih terjepit di level resistance ini, sementara para trader menunggu pembalikan trend ke atas.

Pada hari Senin, harga gas berhasil menguji 50‑day moving average dan kembali turun, lalu menahan posisi di sekitar $2,76 pada hari Selasa. Hal ini sesuai dengan prediksi Bruce Powers yang menulis bahwa meski terjadi breakout dari pola falling wedge, gas belum dapat memecahkan resistance 50‑day MA. Dalam kronologi harga, kenaikan pada awal minggu menandai reclaim 10‑day dan 20‑day moving averages serta pembentukan struktur bullish baru.

Selain itu, laporan “Natural Gas News” menyoroti inventory miss yang menempatkan fokus pada level $2,749. Menurut data, persediaan gas di pasar spot berada di bawah ekspektasi, yang memberi tekanan pada harga dan menambah ketidakpastian bagi para pelaku pasar. Sementara itu, Arslan Ali dari PrimeX News melaporkan bahwa setelah satu bulan berakhirnya ceasefire antara AS dan Iran, risiko geopolitik di sektor energi turun drastis. WTI jatuh di bawah $96 dan kini berada di $92,98, sedangkan Brent berada di $99,14. Gas natural tetap tertekan di $2,719, berada di dalam channel menurun sejak puncak April.

Analisis teknikal menunjukkan bahwa meski struktur bullish terbentuk, kelanjutan kenaikan harga gas masih bergantung pada kemampuan untuk menembus kembali level 50‑day moving average dan menguatkan trend ke atas. Bruce Powers menegaskan bahwa “pembalikan support 50‑day MA menjadi titik kritis bagi aksi bullish di masa depan.” Di sisi lain, data historis menunjukkan bahwa setelah breakout wedge, harga gas cenderung menunggu periode konsolidasi sebelum melanjutkan tren naik.

Dalam konteks pasar luas, kenaikan harga gas menimbulkan dampak signifikan bagi konsumen berpenghasilan rendah. Meski artikel “Rising gas prices hurting lower income, DoorDash helping drivers” tidak secara langsung menghubungkan data teknikal dengan kebijakan, namun dampak sosialnya menjadi perhatian penting. Kebijakan pemerintah dan kebijakan energi internasional tetap menjadi faktor penentu, terutama dengan ketidakpastian geopolitik yang masih ada.

Pengamat pasar menilai bahwa meski indikator teknikal menunjukkan potensi kenaikan, faktor fundamental seperti pasokan, permintaan musiman, dan kebijakan energi AS akan tetap mempengaruhi harga gas. Pada saat ini, harga gas di pasar spot berada di sekitar $2,71, menandakan volatilitas yang moderat. Para trader disarankan untuk memantau level 50‑day moving average dan kemungkinan rebound di level $2,80 sebelum membuat keputusan investasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.