Media Kampung – Operasi Pasar Murah di Kecamatan Rambipuji, Jember, berhasil menjual 300 tabung LPG 3 kilogram sebelum siang pada Kamis (23/4/2026), menandai antusiasme tinggi warga yang menghadapi kelangkaan dan lonjakan harga gas melon.

Kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan dengan Pertamina Patra Niaga menyelenggarakan penjualan di halaman kantor kecamatan, dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp18.000 per tabung.

Warga delapan desa datang membawa tabung kosong serta identitas diri, dan petugas menerapkan sistem kupon sehingga satu kepala keluarga hanya dapat membeli satu tabung demi distribusi tepat sasaran.

Camat Rambipuji, Roni Herman Baza, menegaskan operasi pasar ini merupakan respons atas keluhan warga terkait kelangkaan LPG subsidi dan bertujuan menjaga harga tetap wajar.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan LPG dengan harga wajar. Distribusi kami batasi agar tepat sasaran,” ujar Baza saat mengawasi proses penjualan.

Tiga distributor, PT Karya Bersama Mitra Mandiri, PT Migasindo, dan PT Jayagasindo Gemilang, masing-masing menyalurkan 100 tabung, memastikan pasokan tersebar merata.

Sales Branch Manager Rayon V Pertamina Patra Niaga, Fajar Nugroho, menyatakan stok LPG 3 kg di Jember dalam kondisi aman, namun menyoroti penyalahgunaan oleh usaha menengah yang seharusnya memakai LPG nonsubsidi.

“Ada pengguna rumah makan, laundry, dan peternakan besar yang masih menggunakan LPG 3 kilogram, sehingga jatah masyarakat berkurang,” ujar Nugroho menambahkan pentingnya peralihan ke Bright Gas 5,5 kg atau 12 kg.

Pertamina mencatat alokasi LPG subsidi untuk Jember mencapai 12.500 metrik ton atau sekitar 4,1 juta tabung per bulan, serta menyalurkan tambahan 56 ribu tabung selama April 2026 melalui operasi pasar di 31 kecamatan.

Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Jember berkomitmen memantau terus harga dan distribusi LPG di lapangan, serta membuka peluang penambahan kuota operasi pasar di wilayah lain.

Sejumlah warga menyatakan terbantu oleh operasi pasar ini setelah sebelumnya kesulitan memperoleh LPG atau terpaksa membeli dengan harga tinggi, menegaskan peran program dalam menstabilkan pasar.

Ke depan, pemerintah daerah mempertimbangkan penambahan kuota operasi pasar untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, sambil mengimbau pelaku usaha menengah ke atas untuk beralih ke gas berkapasitas lebih besar demi menjaga subsidi tetap tepat sasaran.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.