Media Kampung – Al Ahli Saudi menorehkan sejarah baru dengan mempertahankan gelar AFC Champions League Elite 2025‑2026 setelah mengalahkan wakil Jepang, Machida Zelvia, 1‑0 di perpanjangan waktu. Pertandingan final berlangsung di King Abdullah Sports City, Jeddah, pada Sabtu 25 April 2026.

Gol tunggal datang dari penyerang timnas Arab Saudi, Feras Al‑Brikan, yang memanfaatkan umpan silang Franck Kessie pada menit ke‑96. Gol tersebut memastikan kemenangan Al Ahli meski tim harus bertahan dengan sepuluh pemain sejak menit ke‑68 setelah Zakaria Al‑Hawsawi menerima kartu merah.

Machida Zelvia, debutan di fase akhir ACL Elite, tampil impresif sepanjang turnamen dengan catatan clean sheet hingga final. Namun pertahanan mereka tidak mampu menahan serangan terorganisir Al Ahli yang didukung oleh pemain berpengalaman seperti Galeno, Riyad Mahrez, dan Edouard Mendy.

Kemenangan ini menandai gelar kedua berturut‑turut Al Ahli sejak dimulainya format ACL Elite pada musim 2024‑2025. Pada final musim sebelumnya, klub Saudi itu juga mengalahkan Kawasaki Frontale dengan skor 2‑0 di stadion yang sama.

Presiden AFC Sheikh Salman bin Ebrahim Al‑Khalifa memberi pujian kepada Al Ahli, menyatakan bahwa keberhasilan menjadi tim pertama yang meraih dua gelar beruntun di era ACL Elite menunjukkan visi dan konsistensi klub. Dia menekankan bahwa prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh klub di benua Asia untuk meningkatkan standar kompetisi.

Pelatih utama Matthias Jaissle memuji mentalitas tim yang tetap fokus meski kehilangan satu pemain. Menurutnya, disiplin taktis dan kepercayaan pada skema menyerang memungkinkan Al Ahli menciptakan peluang krusial di babak tambahan.

Statistik pertandingan menunjukkan penguasaan bola Al Ahli sekitar 54 % dengan 12 tembakan, sedangkan Machida Zelvia mencatat 8 tembakan, 4 di antaranya berada di dalam kotak penalti. Kiper Edouard Mendy melakukan tiga penyelamatan penting, termasuk satu pada peluang Tete Yengi di menit ke‑78.

Kemenangan ini memperkuat posisi Al Ahli di klasemen koefisien klub Asia, menambah poin penting untuk alokasi tempat kompetisi klub internasional tahun mendatang. Dengan dukungan sponsor dan basis suporter yang besar, klub diprediksi akan terus bersaing di level tertinggi AFC.

Bagi Machida Zelvia, meski harus menelan kekalahan, perjalanan mereka sampai final mencatat rekor defensif yang mengesankan, tidak kebobolan sejak fase 16 besar. Tim Jepang kini menargetkan perbaikan taktik untuk kembali menantang gelar di musim berikutnya.

Dengan hasil ini, Al Ahli resmi kembali memegang sebutan Raja Asia, mengukuhkan dominasi sepak bola klub Saudi di panggung kontinental untuk dua musim berturut‑turut. Penggemar menantikan aksi tim pada kompetisi domestik dan internasional yang akan datang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.