Media KampungJemaah haji Indonesia mulai mengirim pakaian mereka kembali ke Tanah Air melalui jasa pengiriman langsung dari hotel. Langkah ini dilakukan untuk menghindari denda kelebihan bagasi yang mencapai Rp1,9 juta di bandara. Strategi tersebut marak setelah jemaah menyelesaikan seluruh puncak ibadah haji di Makkah.

Petugas Pos Indonesia Karyadi mengonfirmasi peningkatan tren pengiriman barang dari hotel jemaah. Biaya kelebihan bagasi di bandara dinilai sangat mahal, berkisar antara Rp1,4 juta hingga Rp1,9 juta. Layanan logistik ini dilakukan dengan petugas mendatangi setiap sektor hotel sesuai jadwal yang disepakati.

Proses pengemasan ulang barang dilakukan secara gratis oleh petugas. Jemaah hanya perlu membawa pakaian dalam kantong plastik, lalu petugas akan menata barang ke dalam kardus. Setiap paspor jemaah mendapatkan fasilitas bebas bea masuk dua kali untuk semua ukuran paket. Petugas mengimbau jemaah memanfaatkan kuota gratis tersebut secara optimal.

Paket dikirim dari Makkah menuju Jeddah sebelum diterbangkan ke Indonesia. Setibanya di Tanah Air, paket harus melalui pemeriksaan Bea Cukai. Waktu pengiriman normal memakan waktu 7 hingga 12 hari. Tarif standar pengiriman adalah 23 riyal atau Rp110 ribu per kilogram. Khusus wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara dikenakan tarif 25 riyal, sedangkan untuk Papua sebesar 30 riyal per kilogram.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.