Media Kampung – Sebanyak 5.426 jamaah dari Provinsi Aceh telah terdaftar untuk melaksanakan ibadah haji pada tahun 2026, terbagi dalam 14 kloter yang masing-masing akan berangkat secara bergantian.

Setiap kloter akan berangkat dari Bandara Sultan Iskandar Muda di Banda Aceh, dengan jadwal keberangkatan yang dimulai pada pertengahan Juni hingga akhir Juli 2026.

Rute penerbangan standar menghubungkan Banda Aceh dengan Kuala Lumpur sebagai kota transit, kemudian melanjutkan ke Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, Arab Saudi.

Durasi total perjalanan, termasuk waktu transit, diperkirakan memakan waktu sekitar 15 hingga 18 jam, tergantung pada kondisi cuaca dan jadwal maskapai.

Maskapai penerbangan yang ditunjuk oleh Kementerian Agama Republik Indonesia antara lain Garuda Indonesia, Saudi Arabian Airlines, dan Malaysia Airlines, yang masing-masing menyediakan layanan khusus bagi jamaah haji.

Jadwal keberangkatan kloter pertama ditetapkan pada 15 Juni 2026, dengan keberangkatan selanjutnya setiap tiga hari sekali untuk memastikan proses keberangkatan yang terkoordinasi dengan baik.

Setiap kloter terdiri dari sekitar 350 hingga 400 jamaah, dilengkapi dengan petugas pendamping, tenaga medis, serta tim keamanan yang bertugas memastikan keselamatan selama perjalanan.

Kepala KPU Haji Provinsi Aceh, Dr. H. Ali Ridwan, menegaskan bahwa persiapan logistik, akomodasi, dan layanan kesehatan telah disiapkan secara matang demi kelancaran ibadah haji.

“Kami berkomitmen memberikan pengalaman haji yang aman, nyaman, dan sesuai syariat bagi seluruh jamaah Aceh,” ujar beliau dalam konferensi pers pada 2 April 2026.

Selain transportasi udara, pemerintah provinsi telah menyiapkan fasilitas akomodasi sementara di Kuala Lumpur dan Jeddah, termasuk layanan transportasi darat dan penunjang ibadah sahur serta tarawih bagi jamaah.

Pengaturan keuangan juga telah dioptimalkan; biaya paket haji untuk jamaah Aceh tahun ini berada pada kisaran Rp 35 juta hingga Rp 38 juta, termasuk tiket pesawat, akomodasi, makanan, dan perlengkapan ibadah.

Kondisi cuaca di wilayah Timur Tengah diperkirakan akan mendukung pelaksanaan ibadah haji pada bulan Dzulhijjah 1448 H, dengan suhu yang relatif stabil dan risiko cuaca ekstrem yang minimal.

Sejauh ini, tidak ada laporan kendala signifikan dalam proses pendaftaran dan verifikasi dokumen, sehingga semua kloter dipastikan akan berangkat tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Dengan persiapan yang matang, diharapkan seluruh 5.426 jamaah Aceh dapat menunaikan ibadah haji dengan khusyuk dan kembali ke tanah air dengan selamat serta membawa berkah bagi keluarga dan masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.