Media Kampung – Pertandingan Le Havre vs Marseille pada pekan ke-33 Ligue 1 berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk tim tamu lewat gol penalti Mason Greenwood. Laga yang digelar di kandang Le Havre ini menjadi sorotan bukan hanya dari sisi hasil, tetapi juga karena situasi internal Marseille yang tengah dilanda tekanan dan rumor perpecahan di ruang ganti.
Mason Greenwood, penyerang berusia 24 tahun milik Marseille, menjadi penentu kemenangan setelah mengeksekusi penalti sukses. Gol tersebut memastikan tiga poin penting di tengah performa inkonsisten Les Olympiens dalam beberapa pekan terakhir. Greenwood tidak hanya menjadi sorotan karena aksinya di lapangan, tetapi juga karena hubungannya dengan pelatih Habib Beye yang sempat digosipkan memanas.
Setelah laga berakhir, Greenwood langsung memberikan dukungan terbuka pada pelatihnya. Ia terlihat berjabat tangan secara simbolis dengan Beye di pinggir lapangan, seolah membantah kabar miring tentang perselisihan di antara mereka. Dalam wawancara dengan Ligue 1+, Greenwood menegaskan, “Kami telah memberikan yang terbaik hari ini. Beberapa minggu terakhir tidak berjalan dengan baik. Ada banyak pembicaraan di media, tetapi Habib adalah orang yang baik. Saya percaya padanya, dan dia percaya pada saya. Saya mengalami cedera ringan saat melawan Lille. Mungkin saya kembali bermain terlalu cepat. Hari ini saya merasa 100% fit.”
Pelatih Marseille, Habib Beye, juga buka suara terkait rumor yang beredar. Ia mengaku kecewa dengan penyebaran informasi yang salah mengenai hubungan dirinya dengan Greenwood dan beberapa pemain lain. Beye menegaskan, “Tidak ada yang perlu dijelaskan… Gambar itu indah karena mungkin memang perlu bagi Mason mengingat semua yang telah dikatakan… Ketika saya melihat kebohongan yang diceritakan tentang saya dan beberapa pemain saya, ketika saya mendengar bahwa saya berselisih, bahwa saya menghentikan latihan karena Mason Greenwood, itulah yang membuat saya sedih hari ini dalam profesi ini, di mana tidak ada lagi yang diverifikasi. Ini adalah perlombaan untuk menyebarkan informasi yang salah dan kebohongan. Apa yang dilakukan Mason bersifat simbolis, saya berterima kasih kepadanya untuk itu, dia tidak perlu melakukannya.”
Suasana di kubu Marseille memang sedang kurang kondusif. Beberapa pemain harus menjalani hukuman wajib tinggal di kompleks latihan klub, dan tekanan media semakin meningkat. Gerónimo Rulli, kiper Marseille, turut mengakui dalam sesi jumpa pers setelah laga bahwa ia merasakan beban berat akibat atmosfer internal klub yang penuh tekanan belakangan ini.
Di sisi lain, Le Havre tampil tanpa beberapa pemain inti seperti Zagadou dan Touré yang masih cedera. Sementara Marseille datang ke laga ini juga dengan skuad yang tidak lengkap karena absennya Aguerd, Egan-Riley, Weah, Kondogbia, Nadir, dan Traoré akibat cedera. Pierre-Emerick Aubameyang bahkan tidak masuk dalam skuad setelah insiden menjelang pertandingan.
Meski menang, Marseille masih harus berbenah menjelang laga krusial berikutnya menghadapi Rennes. Greenwood mengungkapkan apresiasinya kepada para pendukung Marseille yang tetap setia memberi dukungan di tengah situasi sulit. “Para pendukung sungguh luar biasa. Ini adalah akhir musim yang penting dengan tantangan besar melawan tim yang sangat bagus. Kami akan berjuang sampai akhir,” ujar Greenwood.
Kemenangan atas Le Havre menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Marseille yang sedang berusaha menjaga peluang di papan atas klasemen. Namun, perhatian utama klub kini juga tertuju pada upaya meredam gejolak internal agar fokus tim tetap utuh hingga akhir musim.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan