Media KampungDanantara memperkuat tata kelola BUMN Karya serta meningkatkan investasi di Timur Tengah meski situasi konflik yang terus berlanjut.

Pada 20 April 2026, Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, memimpin rapat koordinasi dengan Direksi BUMN Karya di Jakarta untuk membahas restrukturisasi strategis perusahaan.

Rapat menekankan perlunya laporan keuangan yang lebih realistis, peningkatan transparansi, dan kepatuhan regulasi sebagai landasan Good Corporate Governance.

“Transformasi tidak hanya berfokus pada aspek finansial, tetapi juga mencakup penguatan tata kelola, kepatuhan terhadap regulasi, serta penguatan transparansi,” ujar Dony Oskaria dalam pernyataannya.

Sejalan dengan itu, Hutama Karya menargetkan percepatan internal melalui tim Eksekutif yang dipimpin Plt. EVP Hamdani, yang menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga kelangsungan proyek infrastruktur nasional.

Di bidang investasi, Danantara sebagai dana kekayaan negara menegaskan komitmen ganda dengan menambah penanaman modal di kota suci Mekkah meski perang di wilayah tersebut masih berkecamuk.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan dalam wawancara dengan Bloomberg bahwa dampak konflik akan terasa selama sembilan hingga dua belas bulan, namun potensi jangka panjang Mekkah tetap menjanjikan.

Tahun lalu Danantara berhasil mengakuisisi lahan dan hotel di Mekkah, menandai langkah pertama dana tersebut dalam memperluas portofolio di luar Indonesia.

Pemerintah juga meluncurkan inisiatif pengelolaan sampah nasional, di mana Danantara berperan aktif dalam pembentukan Denera, sebuah platform yang menghubungkan investor dengan proyek energi terbarukan berbasis sampah.

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup, produksi sampah nasional mencapai 143.000 ton per hari, sementara kapasitas penanganan optimal hanya 26 persen, menimbulkan urgensi investasi pada fasilitas pengolahan.

Danantara berencana mengalokasikan dana tambahan untuk proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTS) yang dapat mengubah limbah menjadi energi bersih, mendukung target pemerintah mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Dengan strategi ganda pada reformasi BUMN dan ekspansi investasi internasional, Danantara berharap dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perekonomian global sambil menyelesaikan tantangan lingkungan domestik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.