Media Kampung – Rupiah resmi mencatat nilai 17.425 per dolar Amerika Serikat, menandai depresiasi terbesar dalam beberapa minggu terakhir, sementara Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Prabowo Subianto menghubungi Menteri Keuangan Purbaya dan Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk menilai langkah penstabilan.
Data pasar pada Senin, 6 Mei 2026, menunjukkan nilai tukar spot Rupiah melewati level 17.400, menembus batas psikologis yang menjadi sorotan analis. Nilai tukar tersebut dipengaruhi oleh aliran keluar modal asing, penurunan harga komoditas ekspor, serta ekspektasi kenaikan suku bunga di Amerika Serikat.
Prabowo dalam percakapan telepon dengan Purbaya menegaskan bahwa “jika fondasi ekonomi tetap kuat, tidak terlalu sulit untuk memperbaiki nilai tukar”. Ia menambahkan perlunya koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter untuk menahan arus keluar dana dan mengembalikan kepercayaan investor.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan kesiapan otoritas moneter untuk menyesuaikan kebijakan jika inflasi berlanjut mengancam target 2,5‑4 persen. Dalam pernyataan resmi, ia menyoroti bahwa bank sentral telah menyiapkan instrumen likuiditas tambahan dan akan memantau perkembangan pasar valuta asing secara intensif.
Statistik resmi Bank Indonesia mencatat cadangan devisa sebesar US$140,2 miliar pada akhir April, menurun 2,3 miliar dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan cadangan ini menambah tekanan pada nilai tukar, mengingat sebagian besar cadangan dialokasikan untuk intervensi pasar.
Para ekonom menilai bahwa faktor domestik seperti defisit neraca perdagangan yang melebar, konsumsi rumah tangga yang belum pulih penuh, dan kebijakan subsidi energi yang menambah beban fiskal turut memperlemah Rupiah. Sementara itu, nilai tukar dolar yang menguat secara global menambah beban pada mata uang lokal.
Dalam konteks kebijakan fiskal, Purbaya menegaskan pemerintah akan mempercepat reformasi struktural, termasuk peningkatan produktivitas sektor manufaktur dan penguatan ekosistem investasi. Ia menambahkan bahwa kebijakan pajak progresif dan upaya mengurangi kebocoran anggaran akan mendukung stabilitas nilai tukar.
Para analis pasar menilai bahwa intervensi langsung BI pada level 17.500 per dolar dapat menahan volatilitas jangka pendek, namun solusi jangka panjang memerlukan perbaikan fundamental, seperti diversifikasi ekspor, peningkatan nilai tambah produk, serta penguatan sektor digital.
Data inflasi pada bulan April menunjukkan kenaikan sebesar 0,45 poin persentase menjadi 3,7 persen year‑on‑year, masih berada dalam rentang target tetapi menandakan tekanan harga yang masih perlu diwaspadai. Peningkatan harga pangan dan energi menjadi kontributor utama.
Dalam rapat koordinasi internal yang dilaporkan oleh sumber resmi, Prabowo, Purbaya, dan Perry sepakat untuk memperkuat sinergi kebijakan, termasuk peninjauan kembali kebijakan impor strategis dan penyesuaian tarif bea masuk pada barang-barang non‑esensial.
Sejumlah lembaga riset independen menyarankan pemerintah untuk mempercepat proses digitalisasi pembayaran internasional, memperluas akses ke pasar modal global, serta memperkuat kerangka regulasi fintech guna menarik aliran investasi asing yang lebih stabil.
Berita ini terus berkembang seiring dengan pergerakan nilai tukar dan kebijakan yang diambil. Pemerintah berjanji akan memberikan pembaruan rutin melalui konferensi pers dan rilis resmi untuk memastikan transparansi serta menjaga kepercayaan publik dan pelaku pasar.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan