Media Kampung – 17 April 2026 | Sebuah mobil Daihatsu Sigra dengan nomor polisi DK 1995 WL terguling di Jalan Trunojoyo, Kecamatan Kaliwates, Jember, pada Rabu malam 15 April 2024 setelah diduga terlibat dalam aksi kejar-kejaran dengan sepeda motor.
Tidak terdapat korban jiwa, namun kedua pengendara melaporkan diri tanpa luka serius.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, saat mobil melaju kencang dari arah Jalan Ahmad Yani (Geladak Kembar) menuju Jalan Trunojoyo.
Saksi mata bernama Ana Indriyanti menjelaskan bahwa jalur tersebut bersifat satu arah, sehingga tidak terjadi tabrakan berlawanan arus.
Ia menilai pengemudi mobil membanting setir karena terlalu dekat dengan tepi kanan setelah menambah kecepatan.
Ana juga mengamati bahwa sebelum insiden, terdapat sepeda motor Honda Vario yang tampak mengejar mobil secara agresif.
Gesekan antara kedua kendaraan diperkirakan memicu kehilangan kontrol pada mobil.
Setelah mobil menabrak pembatas jalan di pertigaan, kendaraan berputar dan berakhir dalam posisi terbalik di jalur lalu lintas.
Kerusakan pada bodi mobil tergolong berat, namun tidak mengakibatkan kebocoran bahan bakar yang signifikan.
Pengemudi mobil dan pengendara sepeda motor segera dievakuasi oleh tim pemadam kebakaran setempat.
Keduanya dinyatakan selamat dan tidak memerlukan perawatan medis intensif.
Polisi lalu lintas setempat tiba di lokasi tak lama setelah laporan diterima dan melakukan penyelidikan awal.
Mereka mengamankan area, mengambil pernyataan saksi, serta memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di sekitar pertigaan.
Pihak berwajib mencatat bahwa kecepatan kendaraan pada saat kejadian diperkirakan melebihi batas maksimum yang ditetapkan untuk jalan tersebut.
Hal ini mendukung dugaan bahwa kejar-kejaran menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan.
Selain itu, polisi menelusuri apakah terdapat motif pribadi antara kedua pengendara yang dapat memicu tindakan balapan liar.
Jika terbukti, pelaku dapat dikenai sanksi pidana sesuai Undang-Undang Lalu Lintas.
Kondisi jalan kembali normal setelah kendaraan yang terguling berhasil diangkut ke bengkel resmi pada dini hari.
Tim penata lalu lintas memastikan tidak ada hambatan yang mengganggu arus kendaraan pada pagi hari berikutnya.
Masyarakat sekitar melaporkan rasa khawatir atas potensi aksi kejar-kejaran yang terjadi di jalanan kota.
Pihak kepolisian setempat berjanji meningkatkan patroli serta menambah rambu peringatan di titik rawan.
Insiden ini menambah daftar kasus kejar-kejaran yang menimbulkan bahaya publik di Jawa Timur dalam beberapa bulan terakhir.
Data kepolisian menunjukkan peningkatan 12 persen kasus serupa dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pakar keselamatan berkendara menekankan pentingnya disiplin dalam mengemudi, terutama pada malam hari ketika visibilitas berkurang.
Mereka menyarankan penggunaan lampu utama yang tepat serta menghindari perilaku agresif di jalan.
Kejadian ini juga mengingatkan pengguna sepeda motor untuk tidak terlibat dalam aksi balapan liar yang dapat menimbulkan konsekuensi fatal.
Pengemudi kendaraan roda empat diharapkan menghormati aturan lalu lintas dan tidak memicu persaingan yang berbahaya.
Sementara penyelidikan masih berlangsung, pihak kepolisian membuka jalur pengaduan bagi warga yang memiliki informasi tambahan.
Informasi dapat disampaikan melalui call center Polri atau kantor polisi terdekat.
Jika terbukti ada pelanggaran hukum, pengemudi mobil dan pengendara sepeda motor akan dikenai sanksi administratif maupun pidana.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia.
Kejadian di Jalan Trunojoyo menjadi contoh nyata bahwa perilaku sembrono di jalan dapat berakibat fatal meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Kesadaran kolektif akan keselamatan menjadi kunci mengurangi risiko serupa di masa depan.
Saat ini, lokasi kejadian telah bersih, kendaraan sudah dievakuasi, dan pihak berwenang terus mengumpulkan bukti untuk menentukan penyebab pasti serta memutuskan langkah hukum selanjutnya.
Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mematuhi peraturan lalu lintas demi keamanan bersama.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan