Media KampungBYD M6 dan BYD M6 DM sekilas mirip, namun memiliki perbedaan mendasar mulai dari desain eksterior, interior, hingga sistem penggerak. BYD M6 adalah mobil listrik murni (EV), sedangkan BYD M6 DM menggunakan teknologi Plug-in Hybrid (PHEV) yang disebut Dual Mode.

Perbedaan paling mencolok terlihat di bagian depan. BYD M6 EV mengusung grille tertutup khas mobil listrik modern, tampil lebih bersih dan futuristis. Sementara BYD M6 DM memiliki grille besar yang diperlukan untuk pendinginan mesin bensin, ditambah body cladding hitam yang membuatnya tampak lebih gagah seperti SUV.

Masuk ke kabin, BYD M6 EV menggunakan layar sentuh besar yang bisa diputar horizontal atau vertikal. Sedangkan M6 DM menghadirkan dasbor lebih modern tanpa layar putar, dengan tuas transmisi dipindahkan ke belakang setir (column shifter) sehingga konsol tengah lebih lapang. Panel instrumen digitalnya juga tampil lebih segar.

Perbedaan terbesar ada di balik kap mesin. BYD M6 EV sepenuhnya digerakkan motor listrik dengan baterai besar, tanpa mesin bensin atau tangki BBM. Sebaliknya, BYD M6 DM menggabungkan motor listrik dengan mesin bensin 1.5 liter. Mobil bisa berjalan listrik murni, namun saat baterai habis, mesin bensin mengambil alih untuk perjalanan jarak jauh tanpa khawatir mencari stasiun pengisian daya.

Kapasitas baterai pun berbeda. BYD M6 EV dibekali baterai besar untuk jarak tempuh ratusan kilometer. M6 DM menggunakan baterai lebih kecil karena hanya mendukung sistem hybrid; setelah daya listrik habis, mesin bensin siap melanjutkan perjalanan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.