Media KampungEkskavator dan truk dump truck dikerahkan untuk evakuasi longsor di Tol Bocimi pada sore hari Rabu, 6 Mei 2026, setelah hujan deras mengguncang tebing di KM 72+000 B, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi.

Longsor terjadi sekitar pukul 15.30 WIB dan menutup sebagian badan jalan tol arah Sukabumi‑Bogor‑Jakarta, memaksa pihak pengelola mengalihkan arus lalu lintas ke Gerbang Tol (GT) Cigombong.

Pantauan kumparan pada pukul 19.00 WIB menunjukkan satu unit ekskavator aktif mengangkat material longsor dan memuatnya ke dalam truk berkapasitas besar yang telah disiapkan di lokasi.

Material tanah yang terjatuh ditumpuk di area penampungan sementara sebelum dibuang ke lokasi aman, sehingga proses pembersihan jalan dapat berlanjut tanpa mengganggu lalu lintas yang sudah dialihkan.

Seluruh operasi evakuasi material dilakukan oleh tim lapangan yang dilengkapi dengan peralatan keselamatan, termasuk helm, rompi reflektif, dan lampu kerja, mengingat kondisi cahaya yang mulai redup pada akhir hari.

Hingga akhir malam, jalur Tol Bocimi tetap ditutup sementara, namun kendaraan yang hendak menuju Sukabumi tetap dapat melintas dan keluar melalui exit Tol Parungkuda tanpa hambatan.

Pihak pengelola menegaskan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan material pada kendaraan yang melintas, berkat respons cepat tim darurat dan penanganan awal yang tepat.

Penggunaan ekskavator dan truk dump merupakan prosedur standar dalam menangani longsor pada infrastruktur jalan tol, karena kemampuan alat berat tersebut untuk mengangkat volume tanah yang besar dalam waktu singkat.

Setelah evakuasi selesai, jalan diperkirakan akan dibuka kembali untuk lalulintas umum, mengingat tidak ada kerusakan struktural pada lapisan aspal atau jembatan di sekitar zona longsor.

Direktur Utama PT Trans Jabar Tol menegaskan bahwa proses pembersihan akan terus dipantau hingga seluruh material terangkat dan jalan kembali aman untuk kendaraan umum.

Petugas juga menyiapkan rambu diversion tambahan dan menambah petugas keamanan di titik masuk GT Cigombong untuk mengatur arus kendaraan secara efisien.

Keputusan mengalihkan arus lalu lintas ke GT Cigombong diambil setelah evaluasi singkat terhadap kestabilan tebing, mengingat hujan deras masih diprediksi berlanjut hingga dini hari.

Dengan adanya evakuasi longsor yang berjalan lancar, pihak berwenang berharap dampak pada perjalanan antarkota dapat diminimalkan, khususnya bagi pengendara yang menempuh rute Jakarta‑Sukabumi setiap hari.

Tim teknis akan melakukan inspeksi akhir pada permukaan jalan setelah material terangkat, memastikan tidak ada retakan atau kerusakan yang dapat mengancam keamanan pengguna jalan.

Jika diperlukan, perbaikan aspal ringan akan dilakukan sebelum membuka kembali jalur utama, sehingga pengguna dapat melanjutkan perjalanan tanpa risiko tambahan.

Seluruh proses ini mencerminkan kesiapan infrastruktur transportasi dalam menghadapi cuaca ekstrem, sekaligus menegaskan komitmen PT Trans Jabar Tol dalam menjaga kelancaran arus transportasi di wilayah Jawa Barat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.