Media Kampung – Pada Senin pagi, 12 April 2024, seorang korban tabrakan kereta di Bekasi Timur mengalami luka kepala dan kaki terjepit, seperti diungkapkan oleh adik korban. Kejadian tersebut menimbulkan perhatian publik terkait keselamatan di wilayah perlintasan kereta api.

Insiden terjadi sekitar pukul 07.45 WIB di lintasan jalur kereta utama yang melintasi Jalan Raya Bekasi Timur, tepat di depan halte bus setempat. Sebuah kereta penumpang yang melaju dengan kecepatan standar menabrak sebuah kendaraan bermotor yang berada di jalur lintas.

Adik korban menambahkan bahwa setelah benturan, suara deritan rem kereta terdengar jelas, namun tim evakuasi baru dapat mencapai lokasi setelah beberapa menit karena kepadatan lalu lintas. Ia menyatakan bahwa korban menunggu bantuan sambil berusaha melindungi luka di kepala dengan kain yang tersedia.

Petugas medis yang tiba di tempat kejadian menemukan korban dengan luka terbuka di daerah frontal kepala serta kaki terjepit di antara rangka mobil yang hancur. Pemeriksaan awal menunjukkan kemungkinan fraktur pada tulang kaki serta cedera otak ringan.

Tim pemadam kebakaran dan ambulans dikerahkan segera oleh Dinas Penanggulangan Bencana Kabupaten Bekasi. Mereka menggunakan peralatan pemotong hidrolik untuk mengangkat puing-puing logam dan membuka akses ke korban yang terperangkap.

Setelah proses pemotongan selesai, korban berhasil dievakuasi menggunakan tandu khusus dan dibawa ke RSUD Bekasi Timur dengan ambulans berperlengkapan lengkap. Selama transportasi, tim medis memberikan perawatan awal berupa pembalutan luka kepala dan penstabilan posisi kaki.

Di rumah sakit, korban dirawat di ruang gawat darurat dan menjalani pemeriksaan CT-Scan kepala serta rontgen kaki. Dokter mengonfirmasi adanya luka sekunder pada otak serta fraktur kompleks pada tibia kiri.

Polisi setempat membuka penyelidikan untuk mengidentifikasi penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan kelalaian pengemudi kendaraan atau kegagalan sinyal peringatan di lintasan. Tim penyidik juga memeriksa rekaman CCTV sekitar area kejadian.

Perusahaan kereta api PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengeluarkan pernyataan resmi bahwa mereka akan bekerjasama penuh dengan aparat kepolisian dan menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban. Mereka menegaskan bahwa prosedur keamanan pada jalur tersebut telah diikuti secara ketat.

Kejadian ini menambah daftar panjang tabrakan kereta yang terjadi di wilayah Jabodetabek dalam beberapa bulan terakhir, memicu perdebatan tentang kebutuhan peningkatan sistem peringatan otomatis di perlintasan level crossing. Pemerintah daerah telah merencanakan pemasangan pintu pengaman tambahan di beberapa titik rawan.

Sampai saat ini, kondisi korban masih berada dalam perawatan intensif. Keluarga melaporkan bahwa korban responsif terhadap perawatan, namun dokter memperkirakan proses rehabilitasi akan memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.