Media Kampung – Penggagas Hari Santri Nasional, KH Thoriq bin Ziyad, mengingatkan seluruh elemen pesantren untuk waspada terhadap berbagai upaya framing negatif yang menyasar dunia pesantren. Menurutnya, pesantren harus cermat dan cerdik dalam menyikapi narasi negatif, namun tetap dengan cara yang elegan dan bermartabat.
KH Thoriq yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Pagelaran, Malang, menyampaikan hal ini pada Sabtu, 13 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa sejarah Indonesia mencatat kontribusi besar pesantren dalam perjuangan kemerdekaan bangsa. Oleh karena itu, citra pesantren perlu dijaga melalui penguatan pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan.
Menurut KH Thoriq, Pancasila merupakan instrumen penting dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus menjawab berbagai upaya yang berpotensi memecah belah masyarakat. “Satu-satunya jalan yang sudah terbukti dan teruji adalah Pancasila. Nilai-nilainya mampu menyatukan berbagai perbedaan yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Pesantren, lanjut KH Thoriq, harus tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang telah menjadi fondasi pendidikan pesantren. Dengan demikian, pesantren dapat menghadapi framing negatif tanpa meninggalkan jati dirinya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan