Media Kampung, Serang – Sebuah kebakaran terjadi di gudang material pipa geomembran milik PT Kayu Asri yang berlokasi di Jalan Raya Serang-Jakarta, Desa Nambo Ilir, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang pada Kamis, 6 Agustus 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.
Kebakaran ini segera mendapat respons cepat dari pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran setempat. Kapolsek Cikande, Kompol Rudika Harto Kanajiri, menyampaikan bahwa Tim Pergerakan Cepat Anggota Kepolisian (PECAK) Satgas Karhutla langsung diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
Setibanya di lokasi pada pukul 14.35 WIB, personel Satgas Karhutla langsung mengamankan area, membantu proses pemadaman, dan berkoordinasi dengan petugas Damkar. Empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengatasi api, yang berasal dari BPBD Kabupaten Serang, BPBD Kota Serang, Pemadam Kebakaran Kawasan Modern Cikande, serta dukungan dari PT Nikomas Gemilang.
Synergisme antara kepolisian, petugas pemadam kebakaran, dan karyawan perusahaan berhasil mengendalikan api sebelum merembet ke bangunan utama pabrik. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Sampai saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan oleh jajaran Polres Serang.
Penanganan dan Pengamanan Lokasi
Kebakaran yang terjadi di gudang material pipa ini sempat menarik perhatian karyawan dan warga sekitar. Polisi melakukan pengamanan ketat di lokasi untuk memastikan keselamatan dan kelancaran proses pemadaman serta mencegah api menyebar ke area lain.
Adanya koordinasi yang baik antara berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan dalam mengendalikan kebakaran ini dengan cepat dan efektif.
Konsekuensi dan Langkah Selanjutnya
Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini tentu berdampak pada aktivitas operasional PT Kayu Asri dan berpotensi menimbulkan kerugian material. Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi antar instansi dalam menghadapi situasi darurat kebakaran di kawasan industri maupun pergudangan.















Tinggalkan Balasan