Media Kampung – LAZISNU Depok meluncurkan program Investasi UMKM dengan mengalokasikan dana sebesar Rp150 juta untuk mendukung 30 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi umat. Program ini diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah Depok, Jawa Barat.
Dana sebesar Rp150 juta dibagi secara merata dengan masing-masing UMKM menerima bantuan modal sekitar Rp5 juta, yang akan difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi, pemasaran, dan digitalisasi usaha. Penetapan jumlah 30 penerima didasarkan pada seleksi ketat yang meliputi kelayakan usaha, potensi pertumbuhan, dan kontribusi sosial.
Penerima manfaat berasal dari sektor makanan dan minuman, kerajinan tangan, serta jasa teknologi yang menunjukkan potensi ekspansi pasar yang signifikan. LAZISNU menargetkan agar investasi ini dapat meningkatkan omzet rata-rata UMKM sebesar 30 persen dalam satu tahun pertama.
“Investasi UMKM ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam memberdayakan ekonomi umat melalui zakat, infak, dan sedekah yang produktif,” ujar Ketua LAZISNU Depok, Ahmad Fauzi, dalam konferensi pers pada 25 April 2026. Ia menambahkan bahwa pendampingan teknis dan pelatihan manajemen keuangan akan menyertai setiap penyaluran dana.
Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) di Depok telah beroperasi sejak 2015 dengan fokus menyalurkan dana zakat untuk program pemberdayaan ekonomi. Selama ini, LAZISNU berhasil menyalurkan lebih dari Rp500 juta untuk berbagai inisiatif usaha produktif di wilayah Jabodetabek.
Setiap penerima investasi akan menerima paket pendampingan yang meliputi pelatihan digital marketing, pengelolaan keuangan, serta akses ke jaringan pasar lokal dan nasional. Selain itu, LAZISNU bekerja sama dengan bank mikro untuk memberikan fasilitas kredit bersubsidi bagi UMKM yang membutuhkan tambahan modal.
Dengan adanya Investasi UMKM, diharapkan tercipta efek multiplier yang memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima. Analisis awal menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan dapat memperkuat kemandirian ekonomi umat, mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial, serta mempercepat perputaran uang di ekonomi lokal.
Program ini akan dipantau secara berkala melalui laporan triwulanan yang mencakup realisasi penggunaan dana, pertumbuhan omzet, dan pencapaian target sosial. LAZISNU Depok berencana memperluas skala program pada tahun berikutnya dengan menambah alokasi dana dan melibatkan lebih banyak UMKM dari berbagai sektor.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan