Media Kampung, Singaraja — Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Buleleng memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) siap kembali berjalan seiring dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027. Berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari pengecekan infrastruktur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), penyegaran relawan, hingga simulasi penyajian makanan.

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Buleleng, Rusdianto, menyatakan bahwa mekanisme pelaksanaan MBG pada tahun ajaran baru tidak mengalami perubahan signifikan. Menu yang disalurkan tetap mengacu pada standar gizi seimbang yang terdiri atas protein hewani, protein nabati, karbohidrat, sayuran, dan buah sesuai kebutuhan penerima manfaat.

“Menjelang operasional kembali di tahun ajaran baru, kami memastikan seluruh SPPG telah siap, baik dari sisi infrastruktur, kebersihan, keamanan, peralatan, maupun kesiapan relawan sehingga pendistribusian makanan dapat berjalan dengan baik,” ujar Rusdianto, Sabtu 11 Juli 2026.

Evaluasi Program dan Target Cakupan

Selain persiapan operasional, BGN juga mengevaluasi pelaksanaan program selama enam bulan terakhir sebagai dasar penyempurnaan layanan. Evaluasi tersebut menunjukkan bahwa Program MBG memberikan manfaat dalam mendukung pemenuhan gizi peserta didik sekaligus membentuk kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi di lingkungan sekolah.

“Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Karena itu, evaluasi dan sinergi dengan sekolah, orang tua, serta pemerintah daerah akan terus kami lakukan agar manfaat program semakin luas,” kata Rusdianto.

Saat ini terdapat 38 SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Buleleng dengan cakupan layanan sekitar 54 persen dari total sasaran penerima manfaat. BGN menargetkan jumlah penerima manfaat akan terus bertambah secara bertahap seiring penambahan kapasitas layanan, sehingga Program MBG dapat menjangkau seluruh sasaran di Kabupaten Buleleng.