Media Kampung – Sampang – Tim Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, masih berupaya keras memenuhi kuota calon siswa Sekolah Rakyat (SR) menjelang pleno penetapan. Hingga saat ini, baru 51 dari 90 kuota jenjang SD yang berhasil diyakinkan untuk mengikuti program pendidikan gratis tersebut.

Rohman Rohim, salah satu anggota Tim PKH Kecamatan Jrengik, mengungkapkan bahwa penjangkauan calon siswa bukanlah perkara mudah. Setiap nama dalam pre list Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menyimpan kisah pilu. “Saat melangkah ke pelosok menjangkau nama yang tertera, kami menyaksikan sendiri bagaimana pendidikan sering kali menjadi kemewahan yang terbuang bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu,” tutur Rohman dalam program Sampang Menyapa, Rabu (24/6/2026).

Anak Putus Sekolah di Sampang Capai 49.000

Berdasarkan data Tim PKH, terdapat 49.000 anak rentan dan putus sekolah yang tersebar di 14 kecamatan di Sampang. Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai jaring pengaman terakhir bagi mereka yang kehilangan akses pendidikan, sesuai arahan Menteri Sosial. Tim PKH melakukan kunjungan dari rumah ke rumah, berdialog dengan orang tua, dan membujuk anak-anak yang semangat belajarnya telah padam.

“Kami ingin memastikan anak-anak dari keluarga paling miskin tidak berkecil hati. Melalui penjangkauan ini, kami berkomitmen mengawal mereka mendapatkan kesempatan kedua,” ujar Rohman. Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya menyediakan pendidikan hingga SMA, tetapi juga membekali kemandirian, peluang kerja, hingga akses ke perguruan tinggi.

Kendala Orang Tua dan Harapan ke Depan

Salah satu tantangan terbesar adalah meyakinkan orang tua untuk melepas anak usia di bawah 12 tahun mengikuti sekolah berasrama. “Memang tidak mudah, mereka butuh waktu dan keyakinan. Semoga setelah pembelajaran SR berjalan, keraguan itu hilang dan tahun ajaran berikutnya mereka bisa bergabung,” harap Rohman.

Meski antusiasme di tingkat SD masih rendah, Tim PKH tidak berhenti berjuang. Mereka terus melakukan sosialisasi dan pendekatan persuasif agar target kuota dapat terpenuhi. Program Sekolah Rakyat diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di Sampang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.