BumDes Kaliombo Raup Omzet Rp1 Juta per Hari dari Peternakan Ayam Petelur
Media Kampung – Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, menjadi contoh nyata transformasi ekonomi desa melalui BUMDes Usaha Bhakti Manunggal. Usaha peternakan ayam petelur yang dirintis sejak 2021 mampu menghasilkan omzet hingga Rp1 juta per hari.
Program ini didukung penuh oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC) JTB, yang membangun kandang dan fasilitas peternakan. Awalnya hanya 1.000 ekor ayam, kini populasi mencapai 3.500 ekor pada masa puncak.
Produksi Telur Capai 160 Kilogram per Hari
Sekretaris BUMDes, Ahmad Dani Prasetyo, menjelaskan bahwa saat ini jumlah ayam produktif sekitar 2.500 ekor. Produksi telur mencapai 160 kilogram per hari, sedangkan saat populasi penuh bisa mencapai 300 kilogram per hari.
Kepala Desa Kaliombo, Rohmad Edy Suyanto, menambahkan bahwa usaha ini sudah mandiri sejak 2023 dan mulai memberikan kontribusi ke Pendapatan Asli Desa (PAD).
Buka Lapangan Kerja dan Pemasaran Luas
Peternakan ini menyerap tiga tenaga kerja lokal, terdiri dari dua petugas kebersihan kandang dan satu tenaga ahli peternakan. Mereka bekerja setiap pagi dan sore untuk menjaga kesehatan ternak.
Pemasaran telur BumDes Kaliombo tidak hanya di Purwosari, tetapi sudah menembus Kabupaten Tuban. Permintaan yang tinggi membuka peluang pengembangan lebih luas.
Efisiensi Biaya Produksi dengan Pakan Mandiri
Untuk menekan biaya, BUMDes mengembangkan sistem produksi pakan mandiri. Jagung dibeli langsung dari petani lokal, lalu dicampur pelet, konsentrat, dan mineral oleh tenaga ahli.
PEPC JTB juga menghibahkan peralatan senilai Rp100 juta, termasuk mesin pengering, blower, dan alat penggiling pakan. Ini memperkuat kapasitas produksi jangka panjang.
Efek Berganda bagi Warga
Keberhasilan BUMDes menginspirasi warga desa. Satu warga setempat kini memiliki peternakan mandiri dengan 2.000 ekor ayam, produksi lebih dari 100 kilogram telur per hari.
Desa Kaliombo juga mendukung program Kabupaten Bojonegoro, Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri). BUMDes membuka layanan konsultasi kesehatan hewan, pemasaran, dan penyediaan pakan dengan harga terjangkau.
Dukungan untuk Program Gayatri
Rohmad Edy Suyanto menegaskan, pihaknya berupaya agar Gayatri bisa menjadi lumbung tambahan ekonomi warga. BUMDes membantu peternak peserta program melalui konsultasi dan penyediaan pakan.
Keberhasilan Desa Kaliombo menjadi pijakan bagi PEPC JTB untuk mengembangkan konsep Muda Karya Sejahtera, sebuah ekosistem agro-eduwisata yang mengintegrasikan pertanian, peternakan, dan wisata edukasi.
Program ini melibatkan Pokdarwis, pengelola BUMDes, dan Bank Sampah. Kapasitas SDM terus ditingkatkan melalui pelatihan public speaking, manajemen usaha, dan fasilitator wisata.
Desa Kaliombo kini bukan sekadar penerima manfaat program migas. Ia bertransformasi menjadi contoh sinergi perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat yang melahirkan kemandirian ekonomi berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan