Media KampungBMKG Gunungsitoli mencatat 9 gempa dangkal periode 29 Mei – 04 Juni 2026. Seluruh gempa terjadi di kedalaman kurang dari 60 km dan tidak ada yang dirasakan oleh masyarakat di Kepulauan Nias.

Staf Operasional On Duty BMKG Stasiun Geofisika Gunungsitoli, Takdir Aman Laoli, menyatakan bahwa dari sembilan gempa tersebut, enam di antaranya memiliki magnitudo kurang dari 3, sementara tiga gempa lainnya berkekuatan antara 3 hingga 4. Meskipun tidak menimbulkan guncangan, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga.

“Kami tetap mengimbau agar masyarakat kepulauan Nias tetap waspada dan siaga karena gempa bumi bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Pastikan informasi kegempaan berasal dari sumber terpercaya,” ujar Takdir pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Selain data kegempaan, BMKG juga mencatat aktivitas petir di Kepulauan Nias pada periode 28 Mei – 3 Juni 2026. Total terjadi 2.861 sambaran petir yang tersebar di beberapa wilayah. Kabupaten Nias Barat mencatat sambaran terbanyak dengan 893 kali, disusul Kabupaten Nias sebanyak 999 kali, Kabupaten Nias Selatan 708 kali, Kota Gunungsitoli 223 kali, dan Kabupaten Nias Utara 38 kali. Meskipun tidak ada lonjakan signifikan, masyarakat diimbau untuk menghindari tempat terbuka saat terjadi petir.

Informasi waktu terbit dan tenggelam matahari untuk periode 6-12 Juni 2026 juga dirilis. Di Kabupaten Nias Utara, matahari terbit pukul 06.23-06.24 WIB dan terbenam pukul 18.35-18.36 WIB. Kabupaten Nias Barat terbit pukul 06.23-06.24 WIB dan terbenam pukul 18.34-18.35 WIB. Kabupaten Nias Selatan terbit pukul 06.23-06.24 WIB dan terbenam pukul 18.32-18.33 WIB, sedangkan Kota Gunungsitoli terbit pukul 06.22-06.24 WIB dan terbenam pukul 18.34-18.35 WIB.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.