Media Kampung – Komunitas Rujak Soto dan RRI Jember resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada Selasa, 9 Juni 2026, sebagai langkah strategis memperkuat pelestarian budaya lokal dan mempererat hubungan antarmasyarakat melalui media radio.
Penandatanganan berlangsung di kantor RRI Jember dan dihadiri oleh Kepala RRI Jember, Anak Agung Gde Ngurah, S.Sos., M.Si., beserta jajaran, pengurus dan anggota Komunitas Rujak Soto, serta sejumlah tamu undangan.
Anak Agung Gde Ngurah menyambut antusias kerja sama ini dan berharap dapat menjadi kontribusi positif dalam memperkuat persaudaraan serta pelestarian budaya. “Semoga kerja sama ini akan menjadi kontribusi positif dari Komunitas Rujak Soto dalam memperkuat persaudaraan dan pelestarian budaya,” ujarnya.
Ketua Komunitas Rujak Soto, Sutilah, menyampaikan rasa syukur atas terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa komunitasnya berlandaskan prinsip “Rujak Soto Mengedepankan Anggota” dan semangat “Seduluran Selawase”.
Menurut Sutilah, komunitas memiliki visi untuk terus nguri-uri atau melestarikan budaya Kendang Kempul Banyuwangi sekaligus menjaga tali silaturahmi. “Selama ini program Rujak Soto yang dipandu Kang Antok dan Kang Uun setiap Sabtu dan Minggu sudah menjadi rumah bagi kami untuk menyapa seluruh pendengar RRI Jember. Siaran ini bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi pengikat persaudaraan dari kota hingga pelosok desa,” jelasnya.
Melalui MoU ini, terdapat tiga tujuan utama yang ingin dicapai: memperluas penyiaran budaya Banyuwangi melalui gelombang siaran RRI, memberikan ruang lebih luas bagi anggota Komunitas Rujak Soto untuk berkarya dan berkontribusi, serta menjaga marwah RRI sebagai radio pemersatu bangsa sekaligus menjadikan Komunitas Rujak Soto sebagai wadah kekeluargaan masyarakat.
Komunitas Rujak Soto juga berkomitmen menjaga nama baik RRI Jember, mematuhi aturan siaran, serta mendukung peningkatan kualitas program. “Kami percaya RRI dan Rujak Soto memiliki nafas yang sama, yakni melayani masyarakat dan memperkuat persaudaraan,” tambah Sutilah.
Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program kolaboratif yang memperkuat pelestarian budaya lokal, memperluas partisipasi masyarakat dalam siaran publik, serta memperkokoh semangat kebersamaan. RRI Jember dan Komunitas Rujak Soto optimistis dapat terus menghadirkan siaran yang menghibur sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya dan perekat sosial bagi masyarakat Jember dan sekitarnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan