Media Kampung – Dalam rangka peringatan Hari Keris Nasional 2026, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti pentingnya profesi empu keris di Indonesia, menegaskan keberadaannya tetap kuat meski zaman berubah.

Fadli menilai para empu keris tersebar luas, mulai dari Madura, Jawa, Lombok, Bali, Sulawesi, hingga Sumatera, menunjukkan jaringan tradisi yang melintasi pulau-pulau utama.

“Kalau saya lihat empu‑empu kita dari Madura, Jawa, Lombok, Bali, Sulawesi, Sumatera itu survive,” ujar Fadli Zon kepada wartawan setelah acara di Museum Pusaka TMII, Jakarta Timur, Sabtu 23 Mei 2026.

Data yang disampaikan menyebutkan ekspor keris ke Malaysia mencapai ribuan unit setiap tahun, menandakan nilai ekonomi yang signifikan bagi industri tradisional.

Selain pasar regional, keris kontemporer Indonesia juga mulai diminati di Eropa dan beberapa negara lain, menambah dimensi internasional pada produk budaya.

Fadli berharap tren positif ini dapat memperkuat kelangsungan profesi empu keris, sekaligus meningkatkan citra budaya perkerisan Indonesia di kancah global.

Di sisi lain, Achmad Fulan Mufiddin, seorang empu keris berusia 26 tahun asal Malang, menilai profesi tersebut menjadi pilihan unik di tengah modernisasi.

Ia menekankan bahwa menjadi empu kini menuntut ketekunan, kesabaran, serta pemahaman nilai budaya yang mendalam, meski generasi muda semakin jarang tertarik.

“Saya merasa di Malang Raya, pembuat keris masih sangat jarang. Apalagi yang asli kelahiran Malang,” kata Mufiddin saat diwawancarai.

Minatnya pada keris tumbuh sejak usia delapan tahun, dan pada 2023 ia memutuskan belajar langsung di besalen K.R.T Arum Fanani Notopuro, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Bagi Mufiddin, menjadi empu keris di era modern bukan sekadar melestarikan tradisi, melainkan menjaga identitas budaya Nusantara di tengah arus perubahan.

Ia menekankan pentingnya menurunkan keahlian kepada generasi muda, agar profesi tidak hanya menjadi cerita masa depan.

Fadli juga menyoroti perlunya literasi keris di kalangan publik, mengingat nilai filosofis keris yang meliputi doa, harapan, dan makna kehidupan.

Pasar domestik tetap kuat, dengan permintaan keris kontemporer yang cukup tinggi, terutama dari kolektor dan pecinta seni tradisional.

Keberadaan empu keris memberikan dampak ekonomi lokal, karena banyak pengrajin memperoleh pendapatan stabil dari penjualan karya mereka.

Pemerintah melalui program SNKI Award 2026 turut mengapresiasi pelestari keris, memberikan penghargaan kepada para empu yang berkontribusi pada warisan budaya.

Dengan dukungan kebijakan, permintaan pasar, dan semangat para pengrajin, profesi empu keris diperkirakan akan terus relevan dan beradaptasi di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.