Media Kampung – PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) resmi bergabung dengan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) sebagai bagian dari strategi memperluas akses ke pasar premium, khususnya Uni Eropa. Langkah ini tidak hanya membuka peluang ekspor ke kawasan yang mensyaratkan sertifikasi keberlanjutan, tetapi juga menandai transformasi bisnis perusahaan dari sekadar produksi menuju praktik yang terukur dan ramah lingkungan.
Head of Sustainability STAA, Andra Tetuko, menegaskan bahwa pasar Eropa kini menjadikan sertifikasi RSPO sebagai syarat minimum. “Pasar Eropa kini mensyaratkan sertifikasi RSPO sebagai syarat minimum,” ujarnya kepada InfoSAWIT pada pertengahan April 2026. Dengan refinery baru berkapasitas 2.000 ton per hari di Dumai, STAA tidak hanya ingin hadir di pasar global, tetapi juga mendapatkan pengakuan melalui sertifikasi ramah lingkungan.
Di balik keanggotaan RSPO, terdapat target ambisius pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030. Target ini menjadi kompas yang mengubah cara kerja dari kebun hingga pabrik. RSPO berfungsi sebagai standar global yang memungkinkan komitmen tersebut diukur, diverifikasi, dan dipercaya.
STAA mengelola lebih dari 50.000 hektare lahan tertanam yang tersebar di empat provinsi dengan operasi terintegrasi dari hulu ke hilir. Sertifikasi RSPO ditargetkan untuk seluruh unit operasional secara bertahap. Proses ini mencakup pemetaan kebun hingga koordinat GPS enam digit desimal, penelusuran asal-usul tandan buah segar hingga tingkat plot, penghapusan pembukaan lahan dengan api, dan penghentian penggunaan pestisida berisiko tinggi.
Saat ini, lebih dari 83 persen ketelusuran TBS sawit perusahaan telah tercapai, dengan target 100 persen pada 2026. Angka ini menunjukkan komitmen STAA dalam menerapkan praktik berkelanjutan secara konkret di lapangan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan