Media Kampung – Penjualan kendaraan bermotor listrik di Eropa terus menunjukkan pertumbuhan signifikan, bahkan mulai menggeser dominasi mobil berbahan bakar bensin. Data terbaru hingga Mei 2026 mencatat pangsa pasar battery-electric vehicle (BEV) di Uni Eropa mencapai sekitar 20 persen. Jika digabung dengan Inggris dan negara-negara European Free Trade Association (EFTA), angkanya naik menjadi 21,4 persen, hanya terpaut tipis dari mobil bensin.

Laporan dari media otomotif Carscoops mengungkapkan bahwa pada Mei 2026, kendaraan listrik berhasil mengungguli mobil bensin murni di kawasan Uni Eropa, Inggris, dan EFTA. Pangsa pasar BEV mencapai 23,3 persen, sementara mobil bensin hanya 21,7 persen. Pencapaian ini menempatkan BEV sebagai teknologi penggerak paling populer ketiga di Eropa, di bawah kendaraan hybrid konvensional.

Lonjakan permintaan terjadi di sejumlah pasar utama. Italia mencatat pertumbuhan penjualan BEV sebesar 75,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Prancis menyusul dengan kenaikan 55,4 persen, sedangkan Jerman mencatat pertumbuhan 40,9 persen. Peningkatan ini didukung oleh semakin banyaknya pilihan model kendaraan listrik, perluasan jaringan pengisian daya, serta kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Di sisi lain, penjualan kendaraan bermesin konvensional terus merosot. Registrasi mobil bensin di Uni Eropa turun 18,2 persen hingga akhir Mei, sementara kendaraan diesel turun 16,6 persen. Penurunan terbesar terjadi di Prancis, diikuti Spanyol dan Jerman.

Selain produsen Eropa, merek-merek otomotif asal Tiongkok seperti BYD, Geely, SAIC, Chery, Leapmotor, dan Xpeng turut mendorong pertumbuhan pasar kendaraan listrik. Kehadiran mereka memperketat persaingan sekaligus menawarkan lebih banyak pilihan kendaraan listrik dengan harga kompetitif.

Tren ini menunjukkan bahwa peralihan konsumen menuju mobilitas berbasis listrik bukan sekadar fenomena sementara. Perkembangan teknologi baterai, investasi infrastruktur pengisian daya, serta target pengurangan emisi karbon di berbagai negara Eropa diprediksi akan terus memperkuat dominasi kendaraan listrik di masa mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.